Terobos Banjir Pakai Sepeda Motor, Pahami Batas Amannya

Kompas.com - 16/09/2021, 11:12 WIB
Salah satu pengendara terpaksa menuntun motornya lantaran banjir yang menggenangi jalan Peternakan II, Kapuk, Jakarta Barat, Senin (9/2/2015) Nur AzizahSalah satu pengendara terpaksa menuntun motornya lantaran banjir yang menggenangi jalan Peternakan II, Kapuk, Jakarta Barat, Senin (9/2/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras kembali mengguyur sebagian daerah di Indonesia. Intensitas yang mulai meningkat menyebabkan bebrapa ruas jalan tergenang air baik sedang maupun tinggi.

Kondisi ini membuat pengguna jalan terutama kendaraan bermotor terganggu dan kesulitan untuk melintasinya. Namun, ada juga pengguna kendaraan bermotor yang nekat menerobos banjir meskipun mebuat sepeda motor macet di tengah jalan.

Baca juga: Bocoran Bus Baru dari Laksana, Pakai Nama Panorama

Saat akan menerobos banjir menggunakan sepeda motor, modal nekat saja tidaklah cukup. Dibutuhkan pengetahuan mengenai hal ini agar motor tidak macet dan mengalami kerusakan.

Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, sebelum melintasi jalanan yang tergenang banjir perlu memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah ketinggian air.

Pengendara yang melintas menuntun motornya melewati banjir di kawasan Mangkang, Sabtu (6/2/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Pengendara yang melintas menuntun motornya melewati banjir di kawasan Mangkang, Sabtu (6/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Endro mengatakan, sebelum melintas dipastikan terlebih dahulu ketinggian air tidak melebihi dari ujung knalpot sepeda motor.

“Selama ketinggian air masih di bawah ujung knalpot sepeda motor masih aman melintas di lokasi yang banjir,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Lapis Ganjil Genap, Kemenhub Kaji Aturan 4 in 1 di Kawasan Puncak


Sebelum menerobos banjir, sebaiknya pengendara sepeda motor harus memastikan terlebih dahulu apakah ruas jalan tersebut aman untuk dilewati.

Hal ini untuk memastikan agar sepeda motor tidak macet di tengah perjalanan yang akhirnya semakin menyusahkan pengendara karena harus mendorong dalam kondisi jalanan tergenang banjir.

“Tinggi banjir yang aman untuk motor bisa dilihat dari bisa tidaknya banjir itu dilewati oleh motor,” tuturnya.

Sejumlah pengendara roda dua menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Bangau Sakti di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/4/2021).KOMPAS.COM/IDON Sejumlah pengendara roda dua menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Bangau Sakti di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/4/2021).

Jika memang ketinggian air melebihi batas maksimal yakni ujung knalpot, Endro menyarankan, sebaiknya pengendara tidak perlu memaksakan untuk melintasinya.

Hal ini dimaksudkan agar sepeda motor tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Akibatnya biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan juga tidak akan murah.

Baca juga: Mulai Musim Hujan, Ingat Bahaya Pakai Jas Hujan Ponco

Ada beberapa ancaman kerusakan sepeda motor yang diakibatkan menerobos banjir. Kerusakan yang akan dilami antara lain kerusakan pada bagian kelistrikan dan bagian dalam mesin karena kemasukan air.

“Jika air melebihi batas tadi, lebih baik motor jangan langsung dinyalakan. Dikhawatirkan ada air yang masuk ke bagian kelistrikan dan mesin,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.