Kenapa Banyak Pengemudi Mobil yang Tidak Mau Antre Saat Macet?

Kompas.com - 14/09/2021, 18:04 WIB
Sejumlah kendaraan bermotor antre melewati posko penyekatan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). Penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di lokasi tersebut menyebabkan kemacetan panjang dari kawasan Matraman menuju Pasar Senen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah kendaraan bermotor antre melewati posko penyekatan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). Penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di lokasi tersebut menyebabkan kemacetan panjang dari kawasan Matraman menuju Pasar Senen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalanan yang macet memang kadang membuat kesal. Perasaan seperti lama di jalan dan kelelahan tentu dirasakan si pengemudi. Namun ketika macet, ada saja yang bikin kesal di jalan, salah satunya yang menyelak antrean kendaraan.

Bukannya mengantre, kendaraan ini malah menyelak yang sebenarnya membuat macet semakin parah. Namun sayangnya, malah banyak yang ingin didahulukan, sehingga tidak bisa mengantre.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, menyelak antrean merupakan kelakuan pengemudi yang tidak sabaran. Munculnya perilaku ini karena kurangnya toleransi dan mengutamakan ego diri sendiri.

Baca juga: Parkir Motor di Bandara Soetta Bayar Rp 600.000, Simak Rincian Tarifnya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Banyak juga yang tidak mau bersabar atau mengantre. Jika ada mobil di depannya yang berhenti, maka dia tidak ikut berhenti. Mereka berpikir kalau bisa mengambil kesempatan menyusul, kenapa tidak,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kondisi jalanan yang ramai tentu harus diikuti dengan antre yang tertib. Jika memaksa ingin didahulukan, tentu malah membuat situasi jalanan semakin kacau dan antrean semakin panjang tidak kunjung usai.

Baca juga: GPX POPZ 110, Super Cub Thailand Seharga Honda Revo

“Begitu juga kalau dua lajur, tetap harus berhenti di belakangnya, tidak ujug-ujug buang setir ke kanan,” kata Sony.

Sony menyarankan, pengemudi di jalan harus memiliki rasa mengalah, berbagi, dan sopan. Perilaku ini bisa mengurangi kekacauan di jalan raya, mengingat ketika di jalan, yang paling utama adalah selamat sampai tujuan, bukan siapa yang duluan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.