Kronologi Kecelakaan Maut Bus Sugeng Rahayu, Ini Bahaya Nyalip di Tikungan

Kompas.com - 01/09/2021, 13:40 WIB
 LAKALANTAS--Bus Sugeng Rahayu menabrak sebuah sepeda motor dalam kecelakaan di  ruas jalan nasional di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021) siang.  KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI LAKALANTAS--Bus Sugeng Rahayu menabrak sebuah sepeda motor dalam kecelakaan di  ruas jalan nasional di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021) siang. 
|

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan maut yang melibatkan bus kembali terjadi. Kali ini insiden berlangsung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Setidaknyada tiga kendaraan yang terlibat, yakni satu unit bus PO Sugeng Rahayu, satu unit truk, dan satu sepeda motor.

Kepala Unit Laka Polres Madiun, Ipda Nanang Setiawan yang dikonfirmasi menyatakan, korban meninggal dunia di tempat adalah pengendara sepeda motor, setelah sepeda motor yang dikendarainya terjatuh dan langsung ditabrak bus dari arah berlawanan.

Baca juga: Recall Airbag Mobil Toyota Masih Berjalan, Ini Produk yang Terlibat

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh POLANTAS INDONESIA (@polantasindonesia)

"Korban bernama Yudha Adi Pratama (18), seorang mahasiswa asal Desa Gunungsari Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri," kata Nanang, dikutip dari Kompas Regional (1/9/2021).

Kecelakaan itu bermula saat Bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W 7108 UZ yang dikemudikan Sadar Vendra Kencana melaju dari arah Madiun ke Surabaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesampainya di lokasi kejadian, bus itu mendahului kendaraan lain yang berjalan di depannya dengan melewati garis marka tidak putus karena sedang berada di tikungan.

Baca juga: Usai Cerai dengan Yamaha, Vinales Pamer Motor Aprilia RS-GP21

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Marka Jalan.Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Marka Jalan. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Marka Jalan.

Tak lama kemudian, bus bertabrakan dengan sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AD 4655 PI yang dikemudikan korban dari berlawanan arah. Motor tersebut tidak bisa menghindari truk yang mengerem mendadak, karena bus yang ngeblong tersebut.

Usai menabrak sepeda motor, pengemudi lalu banting setir ke kiri dan menabrak truk yang tengah parkir.

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ketika melihat marka jalan garis tidak putus, pengemudi tidak disarankan untuk memotongnya.

Baca juga: Merasakan Kenyamanan Daihatsu Rocky, AC Dingin dan Suspensi Empuk

ilustrasi menyalipKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi menyalip

Menurutnya, marka jalan dibuat untuk meminimalisir kecelakaan dan meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.