Jangan Sampai Terulang, Truk Pemadam Kebakaran Terhalang Mobil Parkir di Badan Jalan

Kompas.com - 25/08/2021, 12:41 WIB
Mobil pemadam sulit menuju lokasi kebarakan karena banyak mobil parkir di badan jalan. Foto: Tangkapan layar Mobil pemadam sulit menuju lokasi kebarakan karena banyak mobil parkir di badan jalan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Parkir menjadi masalah serius dewasa ini. Jumlah pertumbuhan kendaraan yang tidak imbang dengan kepadatan penduduk membuat krisis lahan parkir.

Bukan sekali dua kali pertikaian karena parkir mencuat ke permukaan terutama di kawasan ramai penduduk. Kali ini pun terjadi lagi melibatkan mobil pemadam kebakaran yang akan bertugas.

Seperti dalam video yang diunggah akun Instagram Markir Terus, memperlihatkan truk pemadam kebakaran (Damkar) yang kesulitan menembus lokasi karena banyak mobil parkir di badan jalan.

Baca juga: Masih Ada Saja Pengendara Motor yang Akrobat di Jalan Raya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by MARi parKIR TERtib Untuk Semua (@markirterus)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sebagian dari yang mimin suarakan.. dan terjadi lagi..lagi dan lagi.. Gak heran lagi.. gak heran lagi...," tulis Markir Terus dikutip pada Rabu (25/8/2021).

Tak lupa akun tersebut menyertakan tautan kepada beberapa pihak. Mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, serta kepala Dinas Perhubungan.

Berkaca pada kejadian tersebut, pemerintah sebetulnya sudah membuat aturan soal parkir. Atau ada kegiatan lain yang sampai mengganggu jalan umum.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, regulasinya ada dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Kaporli Nomor 10 Tahun 2012.

Baca juga: [VIDEO] Nissan Leaf, Pesaing Hyundai Ioniq dari Jepang

ilustrasi parkir mobil pararelhttps://www.kirklandhonda.com/parallel-parking-tips/ ilustrasi parkir mobil pararel

“Ada aturannya, tidak bisa sembarangan, apalagi menyangkut jalan umum yang statusnya nasional. Ada proses perizinan, tidak bisa hanya setempat (RT/RW), tapi juga dari kepolisian," ucap Fahri saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

"Tingkat ini tergantung kondisi jalan dan jumlah keramaian, bila skalanya kecil Polsek bisa, kalau lebih harus ke izin ke Polres,” katanya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, bahwa pemilik rumah tersebut tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang aturan di tempat umum.

“Hal itu memalukan, mereka sudah melanggar hukum dengan menghambat arus lalu lintas yang seharusnya menjadi milik umum. Dengan alasan apapun, tidak boleh menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi kecuali dengan izin lingkungan,” ucap Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.