Inden HR-V dan CR-V Panjang, Honda Harap Ada Perpanjangan Relaksasi

Kompas.com - 20/08/2021, 13:42 WIB
Honda CR-V facelift 1.5L Turbo Prestige KOMPAS.COM/STANLY RAVELHonda CR-V facelift 1.5L Turbo Prestige

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang berakhirnya penerapan PPnBM 0 persen di akhir Agustus ini, ternyata masih terjadi antrean inden mobil baru. Salah satunya seperti yang dialami dua produk SUV keluaran PT Honda Prospect Motor (HPM), yakni CR-V dan HR-V.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM mengatakan, inden untuk kedua model tersebut dikarena masalah kurangnya suku cadang imbas pandemi Covid-19.

"Untuk distribusi penjaringan sebetulnya kami masih punya inden cukup banyak, CR-V dan HR-V itu sampai dua bulan ke depan permintaannya," ujar Yusak dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Tiga Mobil Suzuki Buatan Lokal Naik Daun di Segmen Fleet

"Jadi ini yang menjadi PR besar kami, di mana ada keterbatasan dari parts, tapi kita harus memproduksi semaksimal mungkin agar konsumen dapat kendaraan secepat-cepatnya," kata dia.

Honda HR-V 1.5 IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda HR-V 1.5 IIMS Hybrid 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait soal produksi, Billy mengklaim Honda selalu menyesuaikan dengan permintaan pasar dan juga melihat dari keterbatasan suku cadang yang dimiliki. Namun demkian, pihaknya berusaha maksimal untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara ketika ditanya nasib konsumen bila belum mendapatkan unit hingga akhir Agustus ini, Billy menjelaskan bila relaksasi PPnBM bukan berdasarkan pemesanan kendaraan, namun wholesales,.

"PPnBM itu bukan dari booking, tapi wholesales, karena pajak itu di berdasarkan wholesales. Karena itu, kami harap pemerintah bisa memberikan extension lagi, karena untuk HR-V dan CR-V indennya sudah sangat panjang," ujar Billy.

Baca juga: Imbas PPKM, Gaikindo Lihat Sinyal Diskon PPnBM Diperpanjang

 

"Sejauh ini kami memang terus berkomunikasi dengan pemerintah, tiap data penjualan di akhir bulan itu kami selalu berikan, termasuk booking-nya seperti apa. Jadi kami berharap ada yang dilakukan pemerintah bisa yang terbaik untuk semua," kata dia.

Terkait masalah perpanjangan PPnBM 0 persen, Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), juga berharap pemerintah bisa melanjutkan program diskon pajak bagi mobil baru. Terlebih dari Juli lalu penjualan mobil terhambat akibat adanya PPKM.

Menurut Kukuh, sejauh ini PPnBM sangat memberikan dampak positif, selain dari mengeliatkan kembali industri otomotif, juga mengerakkan ragam sektor lainnya.

Apalagi dengan penjualan yang cukup tinggi, sangat potensial untuk di tahun berikutnya menjadi pendapatan bagi pajak daerah.

Baca juga: Sah, Honda Serahkan City Hatchback RS ke Greysia dan Apriyani

Honda CR-V facelift 1.5L Turbo PrestigeKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda CR-V facelift 1.5L Turbo Prestige

 

"Terkait usulan perpanjangan PPnBM itu wilayahnya pemerintah, tapi kami sudah sampaikan, karena bila melihat dampak positifnya kan sudah kelihatan, kalau dari hasil kajiannya positif ya kenapa tidak dilanjutkan," ujar Kukuh.

"Pemerintah sepertinya akan mendukung, itu harapannya. Karena dari segi dampak positifnya sudah kelihatan, belum lagi dari segi kontribusi ekspor nasional 4,5 persen, jadi sudah ada sinyalnya, sudah ada lampu kuningnya," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.