Toyota Pangkas Produksi hingga 40 Persen Bulan Depan

Kompas.com - 20/08/2021, 11:15 WIB
Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015). Febri Ardani/KompasOtomotifJalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen mobil asal Jepang, Toyota Motor Corporation (TMC), akan memangkas produksi mobil secara global sebesar 40 persen pada September 2021 menyusul dampak dari pandemi Covid-19 di Asia Tenggara dan krisis pasokan cip global.

Dilaporkan surat kabar Nikkei, Jumat (19/8/2021), pabrikan asal Jepang ini memperkirakan akan kehilangan produksi sebanyak 360.000 unit pada September 2021, atau sekitar 40 persen dari kapasitas sebelumnya.

"Kami melakukan penangguhan operasi di beberapa pabrik di Jepang karena kekurangan suku cadang akibat penyebaran Covid-19 di Asia Tenggara," kata juru bicara Toyota.

Baca juga: Gaikindo Berharap Diskon PPnBM Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)dok TMMIN Ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

"Kami berencana untuk mengurangi produksi global kami sekitar 40 persen pada September, dari hanya di bawah 900.000 yang direncanakan semula," lanjutnya.

Tidak sampai di sana, Toyota juga disebut akan mengurangi produksi di Amerika Utara, China, dan Eropa pada periode sama, termasuk memperlambat atau menghentikan sementara produksi karena kekurangan cip.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, microchip sangat penting untuk sistem elektronik mobil modern, dan bahan ini telah mengalami kekurangan pasokan sejak akhir tahun lalu.

Saat pandemi melanda, produsen mobil mengurangi pesanan. Sementara pembuat cip mengalihkan output itu ke barang elektronik konsumen karena kebutuhan orang yang bekerja di rumah.

Baca juga: Ganjil Genap di Bandung Kembali Berlaku Mulai Hari Ini

Toyota sebelumnya memang berhasil menghindari masalah kekurangan pasokan cip dengan menjaga stok pasokan cip semikonduktor untuk jangka waktu dua hingga enam bulan.

Namun, peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Jepang, Filipina, Thailand, Vietnam, serta Malaysia tak ayal membuat perseroan mengalami tekanan yang sangat dalam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.