Imbas PPKM, Gaikindo Lihat Sinyal Diskon PPnBM Diperpanjang

Kompas.com - 20/08/2021, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan relaksasi PPnBM 0 persen yang selama ini bergulir, dianggap sukses menggairahkan industri otomotif roda empat di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dari naiknya penjualan mobil yang jauh lebih baik dibanding periode yang sama pada 2020, atau saat pandemi Covid-19 ramai di Tanah Air.

Namun demikian, dalam pelaksaan di dua bulan terakhir, yakni Juli dan Agustus 2021, secara performa mulai goyang akibat terbentur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) imbas meningkatnya kasus Covid-19.

Baca juga: Sudah Tahu Ada STNK dan TNKB Rahasia? Ini Penjelasannya

Karena itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan terakit perpanjangan kembali relaksasi PPnBM 0 persen.

Ilustrasi suplai mobil dari pabrik DaihatsuDok. ADM Ilustrasi suplai mobil dari pabrik Daihatsu

"Melihat dari efek positif yang telah berjalan, meski pemerintah kehilangan PPnBM namun mendapat manfaat lebih besar saat industri otomotifnya bangkit. Multiplier effect yang disebabkan naiknya penjualan mobil itu sangat banyak," ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/8/2021).

"Terkait usulan perpanjangan PPnBM itu wilayahnya pemerintah, tapi kami sudah sampaikan, karena bila dari dampak positifnya kan sudah kelihatan, kalau dari hasil kajiannya positif ya kenapa tidak dilanjutkan," lanjutnya.

Lebih lanjut Kukuh mengatakan, adanya penerapan PPKM yang berlangsung dari Juli hingga saat ini, memberikan efek negatif dari sisi produksi kendaraan bermotor.

Baca juga: Tiga Mobil Suzuki Buatan Lokal Naik Daun di Segmen Fleet

Hal tersebut juga otomatis berimbas pada turunannya, mulai dari penjualan, antrean atau inden, sampai masalah proses delivery.

Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMINdok.TMMIN Proses Perakitan Mobil di Pabrik TMMIN

"Memang dari PPKM ini punya dampak penurunan, terutama di Juli dibandingkan bulan sebelumnya (Juni). Penurunannya sekitar 10 persen, tidak drastis tapi tetap memberikan dampak seperti terjadinya inden," kata Kukuh.

Menurut Kukuh, meski pabrikan masih bisa beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat, namun tanpa suplai komponen lantaran terhambat kebijakan PPKM, maka hal tersebut menjadi sia-sia.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.