Update Kondisi Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Secara Online Selama PPKM

Kompas.com - 28/07/2021, 08:22 WIB
Ilustrasi jual beli mobil bekas. Dok. iStock/FahroniIlustrasi jual beli mobil bekas.

JAKARTA, KOMPAS.com – Semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, mulai banyak bermunculan cara untuk transaksi apapun via online. Salah satunya, bisnis jual beli mobil bekas alias seken.

Kelebihannya, jual beli online bisa mengurangi kontak dengan orang lain karena pembeli atau penjual mobil tidak perlu pergi ke diler.

Lalu bagaimana perkembangan jual beli mobil bekas saat ini, apalagi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan kini level 4?

Baca juga: Pengendara Nmax Masuk Tol, Sukses Kelabui Polisi

Ilustrasi jual beli mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi jual beli mobil

Delly Nugraha, Country Head Carsome Indonesia mengatakan, dampak PPKM Darurat terhadap pasar mobil bekas berpengaruh pada jumlah kendaraan yang dijual atau dibeli masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Orang yang mau jual beli juga mengalami penurunan. Penurunannya mungkin bukan karena mereka tidak mau menjual, tetapi menahan dahulu selama PPKM. Bisa saja ada yang kurang nyaman saat bertemu dengan inspector dari Carsome walaupun sudah dengan protokol yang ketat,” ucap Delly dalam acara Carsome x IMX 2021, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Mengenal Bus Baru Marcopolo, Ada Varian Single dan Double Decker

Begitu juga dengan yang mau memembeli mobil mengalami penurunan. Melihat kondisi PPKM di mana banyak orang yang bekerja dari rumah (WFH), tidak begitu membutuhkan transport dan menahan untuk membeli mobil.

“Karena belum butuh, mobilisasi terbatas, bekerja dari rumah dan anak sekolah juga dari rumah. Jadi ada yang niat membeli, jadi harus tertunda dulu, ini sangat terasa selama PPKM Darurat,” kata Delly.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.