Arti Warna Hijau dan Biru pada Rambu Penunjuk Arah di Jalan

Kompas.com - 15/07/2021, 15:21 WIB
Rambu penunjuk arah memiliki warna latar yang memiliki arti berbeda-beda. Instagram/@edorusiaRambu penunjuk arah memiliki warna latar yang memiliki arti berbeda-beda.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rambu penunjuk arah yang sering kita temui di jalan memiliki makna yang berbeda-beda tergantung dari warna latar belakang rambu tersebut.

Biasanya rambu lalu lintas, khususnya untuk penunjuk arah, memiliki warna latar belakang yang beragam, mulai dari hijau, biru, coklat, hingga kuning atau merah.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, setiap warna rambu ternyata punya arti tersendiri. Pengendara harus paham makna dari warna rambu agar dapat berlalu lintas dengan baik.

Baca juga: Bahas Etimologi Hyundai Stargazer, Apa Artinya

Rambu lalu lintas di Tol Jombang-Mojokerto.Dokumentasi PT Marga Harjaya Infrastruktur Rambu lalu lintas di Tol Jombang-Mojokerto.

“Saat berkendara di jalan raya, pengendara tak semata dituntut terampil dalam mengemudi. Ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat,” ujar Edo, kepada Kompas.com belum lama ini.

“Salah satu aspek penting adalah memahami makna rambu dan selanjutnya sudi mengimplementasikannya,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, warna hijau bermakna sebagai petunjuk informasi. Misal, informasi mengenai lokasi atau tempat.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Ragam Bunyi Sirene Ambulans

Rambu lalu lintas perlu ditambah di sekitar Apotek SenopatiNTMC Polri Rambu lalu lintas perlu ditambah di sekitar Apotek Senopati

“Serupa dengan hijau adalah warna coklat. Bedanya, rambu warna coklat menunjukkan lokasi wisata atau ruang publik. Misalnya, pantai dan museum,” ucap Edo.

“Lalu, warna biru. Makna rambu ini adalah perintah. Misal, memerintahkan pengendara untuk berputar arah di lokasi yang sudah ditentukan,” tuturnya.

Kemudian ada juga rambu warna merah yang bermakna larangan, semisal rambu dilarang berhenti. Terakhir ada juga warna kuning, yang bermakna sebagai peringatan.

“Tujuannya agar pengguna jalan lebih waspada. Contoh, rambu bergambar tebing yang berguguran. Peringatan bagi pengguna jalan bahwa di area itu rawan longsor sehingga mutlak ekstra waspada ketika melintas di sana,” kata Edo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X