Siap-siap, Pajak Mobil Hybrid Bakal Naik

Kompas.com - 09/07/2021, 08:42 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020) Kompas.com - AFHMitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam Peraturan Pemerintah (PP) 74/2021 tentang Perubahan Atas PP 73/2019, disebutkan sejumlah kenaikan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil listrik.

Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengatakan, secara umum revisi aturan ini mengubah tarif yang dikenakan pada hybrid electric vehicle (HEV) dan plug in hybrid electric vehicle (PHEV).

“Sementara BEV (Battery Electric Vehicle) tidak ada perubahan,” ucap Jongkie, kepada Kompas.com (8/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat, Berikut Update 21 Titik Penyekatan di Yogyakarta

Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)KOMPAS.com Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)

Meski begitu, pada Pasal 36B disebutkan jika aturan kenaikan tarif pada skema pertama tidak akan berlaku, serta bisa langsung berganti ke skema kedua dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Salah satu syaratnya adalah apabila terdapat realisasi investasi paling sedikit Rp 5 triliun pada industri kendaran bermotor yang menggunakan BEV.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara lebih detail disebutkan, aturan skema pertama tidak berlaku setelah dua tahun usai realisasi investasi tersebut.

Baca juga: BPTJ Tegaskan Tak Ada Toleransi Syarat Perjalanan AKAP dan AKDP

Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)KOMPAS.com Toyota Prius PHEV Kompas.com Otomotif Challenge (KOC)

Atau ketika industri kendaraan bermotor yang menggunakan BEV mulai berproduksi secara komersial.

“Revisi PPnBM dengan skema 1 bakal langsung berlaku Oktober nanti. Tapi kalau ada produksi BEV dengan investasi Rp 5 triliun, maka berubah menjadi skema 2,” kata Jongkie.

Untuk diketahui, skema kedua yang dimaksud adalah ketentuan pada Pasal 36B poin 2. Di mana dasar pengenaan pajak (DPP) untuk mobil-mobil listrik yang sebelumnya telah disebutkan, mengalami kenaikan tarif.

Baca juga: Spesifikasi Kia Sportage Terbaru, Bertabur Fitur Canggih

Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia terus berjalan di tengah pandemi coronaIstimewa Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia terus berjalan di tengah pandemi corona

Misal untuk mobil full hybrid, pada skema 1 sebesar 6 persen, namun pada skema 2 naik menjadi 10 persen. Kemudian mobil PHEV, naik menjadi 8 persen, dari sebelumnya 5 persen. Adapun BEV tetap 0 persen.

Bicara soal investasi industri kendaran bermotor yang menggunakan BEV, sebetulnya Hyundai telah melakukan hal tersebut.

Tercatat, Hyundai menyuntikkan dana investasi sebanyak 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 21 trilun untuk keperluan bisnis di Indonesia.

Baca juga: Cek Titik Penyekatan Jalan PPKM Darurat via Google Maps

Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLNKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN

Artinya, walaupun realisasi tarif PPnBM berada pada skema 1. Namun acuan yang bisa diambil saat ini adalah skema 2.

“Skema 2 akan berlaku jika ada merek otomotif yang produksi dalam negeri BEV dengan investasi Rp 5 triliun,” ujar Jongkie.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.