Kompas.com - 07/07/2021, 16:01 WIB
Rahasia Yamaha YZR-M1 jadi perkasa di MotoGP 2021. Foto: Paddock-GP.comRahasia Yamaha YZR-M1 jadi perkasa di MotoGP 2021.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Paruh pertama musim 2021 bergulir Fabio Quartararo bercokol di posisi pertama klasemen sementara. Selama sembilan seri motor Yamaha YZR-M1 cukup perkasa.

Hal tersebut tidak datang tiba-tiba. Yamaha banyak melakukan revisi agar motornya lebih dikendarai. Meski ayah Maverick Vinales bilang hanya cocok buat Quartararo saja.

Seperti diketahui, sama seperti pabrikan lain yang membekukan pengembangan mesin pada 2020 dan 2021, Yamaha juga menggunakan mesin yang sama dengan tahun lalu.

Baca juga: Honda BeAT Street per Juli 2021 Dibanderol Rp 17 Jutaan, DP Mulai Rp 1 Jutaan

Rahasia Yamaha YZR-M1 jadi perkasa di MotoGP 2021.Foto: Paddock-GP.com Rahasia Yamaha YZR-M1 jadi perkasa di MotoGP 2021.

Perbedaannya ialah pada musim ini Yamaha sudah memperbaiki masalah pada valve reliability atau kerja katup yang dihadapi pada awal musim 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yamaha juga telah melakukan perubahan pada sasis. Menurut para pebalap, penanganan sasis baru ini mirip dengan Yamaha M1 2019.

Selain sasis, variabel utama Yamaha M1 bisa kencang musim ini ialah pendekatan Yamaha yang berbeda untuk memaksimalkan ECU Magneti Marelli.

Pada 2020 Yamaha merekrut Marco Frigerio mantan insinyur Ducati yang akrab dengan semua seluk beluk perangkat lunak Magneti Marelli.

Marco Frigerio merupakan salah satu aktor di balik kesuksesan Jack Miller di Ducati Pramac pada 2019.

Takahiro Sumi, Manajer Proyek MotoGP Yamaha, mengatakan bahwa kedatangan Frigerio membawa banyak hal kepada Yamaha.

Baca juga: Kabar Baik, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Tengah

Fabio Quartararo di Sirkuit AssenTWITTER/@FABIOQ20 Fabio Quartararo di Sirkuit Assen

"Jika kami juga melakukannya dua tahun lalu, kami mungkin berada di level yang lebih baik sekarang. Kami percaya bahwa kehadiran Marco Frigerio sedikit banyak mengubah paradigma Yamaha dalam hal elektronik selama balapan," katanya mengutip Paddock-GP.com, Rabu (7/7/2021).

Ada dua hal yang berubah signifikan dari sudut pandang konfigurasi Yamaha M1 sejak 2020 yaitu bagaimana torsi disalurkan dan kontrol traksi.

Sebab Yamaha punya masalah besar pada ban belakang yang terlalu panas, terutama di sirkuit yang punya tikungan berurutan di sisi yang sama.

Saat di sirkuit seperti itu ban tidak punya waktu melepaskan panas. Sehingga terjadi degradasi dan akhirnya mengurangi cengkeraman sehingga membuat motor sulit dikendarai.



Sumber PaddockGP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X