PPKM Darurat, Bagaimana Perhelatan GIIAS 2021?

Kompas.com - 30/06/2021, 17:01 WIB
Suasana pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2016). GIIAS 2016 akan berlangsung hingga 21 Agustus 2016. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSuasana pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2016). GIIAS 2016 akan berlangsung hingga 21 Agustus 2016.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI berencana menerapkan pengetatan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama periode tertentu, guna menekan penyebaran Covid-19.

Saat ini, kebijakan yang disebut juga PPKM darurat tersebut tengah dibicarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa kepala daerah lainnya bersama menteri terkait.

Secara garis besar, pemerintah menilai perlu ada pengetatan PPKM yang lebih serius demi menekan penularan Covid-19 yang semakin masif. Dimana, di dalamnya meliputi work from home (WFH) 100 persen.

Baca juga: Penjualan Mobil Mei 2021 Melambat, Insentif PPnBM Tidak Seefektif Itu

Suasana GIIAS 2019KOMPAS.com/Ruly Suasana GIIAS 2019

Lantas bagaimana penyelenggaraan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021?

Mengingat, acara otomotif tersebut telah dijadwalkan berlangsung pada 12-22 Agustus 2021 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"GIIAS, kita tunggu situasi dan kondisinya, dan akan ikuti peraturan dan arahan pemerintah," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (30/6/2021).

Meski begitu, lanjut dia, hingga saat ini persiapan GIIAS masih terus berjalan. Tapi bila terpaksa ditunda, Gaikindo telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Pilihan Masker yang Tepat untuk Biker

Diketahui, pameran otomotif GIIAS sudah beberapa kali mengalami penundaan karena pandemi Covid-19. Dari awalnya 7-17 Agustus 2020 menjadi 1 November 2020, sampai terpaksa ditiadakan.

"Pemerintah sudah melakukan segala hal secara maksimal agar pandemi dapat segera berakhir. Aturan-aturan pun sudah tepat dalam upaya mengendalikan penyebarannya," kata Jongkie.

"Tetapi perkembangan Covid-19 di luar dugaan, ada varian-varian baru pula. Jadi kita akan ikuti seluruh arahan pemerintah," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.