Salah Satu Fitur Penting yang Kerap Rusak pada Truk dan Bus

Kompas.com - 22/06/2021, 12:22 WIB
Kecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021) Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIKecelakaan truk akibat rem blong di depan Terminal Kalideres, Jumat (11/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.comTruk dan bus merupakan kendaraan niaga yang memiliki dimensi besar. Selain itu, untuk sistem dalam kendaraannya juga berbeda, misalnya untuk sistem pengereman yang memakai rem udara.

Udara yang digunakan untuk pengereman ini dikumpulkan di dalam air tank. Setiap truk atau bus tentu memiliki indikator tekanan udara dalam air tank yang bisa dilihat pengemudi dari dasbor kendaraan.

Namun nyatanya, berdasarkan hasil temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), banyak perusahaan yang memiliki armada dengan indikator tekanan udaranya rusak atau mati.

Baca juga: Ada Tombol Pengunci pada Tuas Transmisi Mobil Matik, Apa Fungsinya?

Takometer bushaltebus.com Takometer bus

Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT mengatakan, indikator tekanan udara yang rusak atau mati ini dia temukan ketika sedang menginvestigasi bus Sriwijaya yang mengalami rem blong di Pagaralam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya temukan juga di banyak truk yang saya sampling datang ke pengujian. Ketika saya cek, indikator tekanan anginnya mati atau rusak. Para pengemudi tahu indikatornya rusak, namun tidak tahu apa bahayanya," ucap Wildan dalam diskusi online belum lama ini.

Wildan pun melaporkan kepada pemilik armadanya. Jika dibiarkan bus atau truk beroperasi dengan indikator tekanan udara yang rusak, sama saja meminta pengemudinya untuk bunuh diri, karena pengemudi tidak tahu berapa tekanan udaranya.

Baca juga: Harga Rp 300 Jutaan, Hyundai Kenalkan Alcazar Calon Penantang CR-V

“Pada saat anginnya itu kurang, ini sangat bahaya. Pada pedal rem ada per yang hanya bisa ditekan dengan tekanan 7 bar. Jadi kalau kurang dari itu, maka pengemudi tidak bisa injak rem atau kopling,” kata Wildan.

Kemudian jika tekanan udara berada di bawah 7 bar, lalu melewati jalan menurun, pengemudi tentu tidak bisa menginjak pedal rem, sangat berbahaya. Oleh karena itu, keselamatan truk dan bus bergantung dari indikator tekanan udara.

Indikator yang rusak ini bisa diketahui jika perusahaan melakukan pre inspection. Tapi hampir semua perusahaan tidak pernah melakukan ini (pre inspection), ini bahaya karena kendaraan bisa celaka kapan saja,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.