Kenapa Bus AKAP Kasih Izin Pengamen dan Pedagang Asongan Masuk ke Kabin?

Kompas.com - 09/06/2021, 09:12 WIB
Pedagang asongan menunggu kedatangan bus dari arah Jakarta di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (14/4/2021) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPedagang asongan menunggu kedatangan bus dari arah Jakarta di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (14/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.comNaik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bisa menjadi solusi ekonomis untuk pergi keluar kota. Apalagi saat ini bus-bus AKAP yang beroperasi sudah sangat nyaman dan dilengkapi dengan fasilitas yang melimpah.

Ketika naik bus AKAP, tidak jarang ada juga pengamen dan pedagang asongan yang ikut masuk ke kabin bus.

Memang mereka tidak ikut selama perjalanan, melainkan hanya naik sebentar ketika bus menghampiri terminal untuk mengambil penumpang.

Lalu bagaimana pengamen dan pedagang asongan bisa masuk ke kabin bus?

Baca juga: Tol Japek II Lanjut Pembangunan, Alternatif ke Purwakarta dan Bandung

kabin bus malamKompas.com/Fathan Radityasani kabin bus malam

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hariyadi, pengemudi bus AKAP PO Raya mengatakan, pengamen atau pedagang asongan boleh masuk kabin bus selama sopan. Sopan di sini maksudnya meminta izin kepada kru atau pengemudi dan tidak memaksa.

“Sopan ini maksudnya dagangannya laku atau enggak ketika ditawarkan ke penumpang, dia enggak marah. Untuk pengamen juga, mau ada yang kasih uang atau enggak, dia enggak marah,” ucap Hariyadi kepada Kompas.com, Selasa (8/6/2021).

Hariyadi mengatakan, kadang ada saja pedagang atau pengamen yang memaksa penumpang untuk membeli dagangannya, atau meminta uang. Jika sudah ketahuan seperti itu kelakuannya, pengemudi dan kru biasanya tidak mengizinkan mereka untuk naik ke bus lagi.

Baca juga: Mengenal Marka Chevron yang Sering Ditemui di Jalan Tol

“Kalau sopan, kita enggak masalah. Bahkan ada juga penumpang yang langganan dengan pedagang atau pengamen yang suaranya bagus, penumpang kan juga jadi terhibur,” kata Hariyadi.

Pengamen atau pedagang asongan juga sudah mengetahui bus yang mana yang bisa dinaiki. Karena ada juga PO yang memberi larangan pengamen atau pedagang masuk ke kabin bus ketika beroperasi.

“Sebetulnya dia (pengamen atau pedagang) juga mengerti, melihat bus yang penumpangnya kurang, atau bisa masuk asal sopan dan enggak memaksa,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.