Transjakarta Tegaskan Pakai Ban Ori Bukan Ban Vulkanisir

Kompas.com - 04/06/2021, 15:21 WIB
Bus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBus transjakarta melintas di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Jumlah pengguna transjakarta telah menembus 1 juta penumpang per hari. Jumlah penumpang sebanyak 1.006.579 orang tercatat pada Selasa (4/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah atas dugaan yang menyebut bahwa armadanya menggunakan ban bekas yang dilapisi ulang atau biasa dikenal vulkanisir.

Sehingga, peristiwa pecahnya salah satu ban roda depan bagian kanan bus di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021) murni karena pecah ban.

"Transjakarta tak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada, baik swakelola maupun milik operator," kata Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Bus Transjakarta Diduga Pakai Ban Vulkanisir, Ini Penjelasannya

Ban bus Transjakarta terlepasDOK. TMC POLDA METRO JAYA Ban bus Transjakarta terlepas

Lebih lanjut, dikatakan bus yang rusak milik swakelola Transjakarta dengan nomor body TJ217 dengan rute operasi rute PGC-Harmoni terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Kala itu, bus melintas di lampu merah Harmoni dari Juanda. Setelah diselidiki, ternyata ban pada bus terkait merupakan produksi tahun 2016.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah, bukan berarti vulkanisir, sebab pada ban original pun bisa terjadi," ujar Jhony.

Baca juga: Mengapa Pengemudi dan Kru Hanya Bisa Beri Kode Saat Ada Copet di Bus?

Ia kemudian menegaskan kondisi ban masih keadaan baik. Bahkan, bus terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.

"Adapun saat ban pecah, pihak kepolisian mengarahkan armada untuk tetap melaju hingga halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya," kata dia.

"Transjakarta masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti," tambah Jhony.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X