Ada Usul Bagaimana jika Ganjil Genap Berlaku di Jabodetabek

Kompas.com - 04/06/2021, 07:02 WIB
Foto aerial suasana kendaraan melintas di Bundaran HI, Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta arus lalu lintas kendaraan terpantau lancar. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANFoto aerial suasana kendaraan melintas di Bundaran HI, Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta arus lalu lintas kendaraan terpantau lancar. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com – Aturan pembatasan kendaraan dengan skema ganjil genap tengah menghangat. Sebab, kebijakan ini dinilai bisa menjadi jawaban dari kemacetan Jakarta dan sekitarnya yang kian terasa pada masa pandemi seperti sekarang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun tengah mempertimbangkan untuk kembali menerapkan kebijakan ganjil genap.

Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengatakan, telah terjadi kenaikan volume lalu lintas selama masa penerapan PPKM Mikro.

Baca juga: PPnBM 50 Persen, Harga Honda Brio RS Naik Rp 7 Jutaan

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Khususnya di tiga lokasi pemantauan, yaitu di Cipete, Dukuh Atas, dan Senayan. Terlebih di daerah Cipete, telah terjadi kepadatan lalu lintas yang signifikan dengan lampu indikator yang semakin kuning atau mengarah ke oranye.

"Konsekuensi dari pencabutan dan peniadaan ganjil genap adalah kemudian masyarakat dalam bermobilitas akan menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Syafrin dalam webinar yang diselenggarakan Dewan Transportasi Kota Jakarta (2/6/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tentu korelasinya adalah volume lalu lintas dan penurunan kecepatan pada ruas jalan," kata dia.

Baca juga: Jadwal MotoGP Catalunya 2021 Akhir Pekan Ini Berubah

Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).

Demi menekan kepadatan lalu lintas, pengamat tata kota Nirwono Joga mengatakan, aturan gage perlu diperluas se-Jabodetabek untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

"Menarik sebenarnya perlu dikaji juga beberapa wilayah seperti di Bogor sudah melakukan ganjil-genap pada akhir pekan, apakah ganjil-genap ini perlu diperluas tidak hanya se-DKI,” ujar Nirwono pada kesempatan yang sama.

“Tetapi juga Jabodetabek ini yang menurut saya perlu dipertimbangkan, yang tujuannya perlu diinformasikan kepada masyarakat yaitu untuk mengurangi mobilitas di masa pandemi," tuturnya.

Baca juga: Cara Pengemudi Mengetahui bila Ada Copet di Busnya

Foto aerial suasana Simpang Lima Pasar Senen, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Pemprov DKI Jakarta telah merampungkan revitalisasi Simpang Lima Pasar Senen dengan menggunakan empat skala prioritas pembangunan transportasi berbasis jalan raya di Jakarta yaitu pejalan kaki, pesepeda/ kendaraan bebas emisi, angkutan umum, serta kendaraan pribadi.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Foto aerial suasana Simpang Lima Pasar Senen, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Pemprov DKI Jakarta telah merampungkan revitalisasi Simpang Lima Pasar Senen dengan menggunakan empat skala prioritas pembangunan transportasi berbasis jalan raya di Jakarta yaitu pejalan kaki, pesepeda/ kendaraan bebas emisi, angkutan umum, serta kendaraan pribadi.

Namun, menurutnya penerapan gage di seluruh Jabodetabek juga harus diikuti dengan kesiapan angkutan umum yang memadai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X