Kenapa Sistem Pengereman Truk dan Bus Kebanyakan Masih Model Tromol?

Kompas.com - 14/05/2021, 17:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comTruk dan bus merupakan kendaraan yang bisa membawa beban berat. Tidak sedikit truk dan bus besar yang bisa mengangkut beban belasan hingga puluhan ton.

Untuk sistem pengeremannya truk dan bus memiliki perbedaan dengan mobil penumpang biasa. Jika mobil penumpang sudah memakai model cakram, kebanyakan truk dan bus masih menggunakan tipe tromol.

Lalu mengapa truk dan bus yang mampu membawa beban yang besar, masih menggunakan sistem pengereman model tromol?

Baca juga: Doohan Bela Marc Marquez, Sebut yang Doyan Kritik Jalang

Truk berat masih beroperasi pada hari H larangan beroperasi, yakni selama larangan mudik 6-17 Mei 2021, Kamis (6/5/2021). KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Truk berat masih beroperasi pada hari H larangan beroperasi, yakni selama larangan mudik 6-17 Mei 2021, Kamis (6/5/2021).

Prasetyo Adi Yudho, Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia mengatakan, secara teknis, baik rem cakram dan tromol sama-sama mampu melakukan pengereman dengan baik.

“Penggunaan tromol pada truk dan bus disebabkan sisi ekonomis saja. Selain itu, rem tromol juga unggul dalam hal pengereman kendaraan dengan beban yang besar, alias kuat,” ucap Prasetyo kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun, kelemahan dari rem tromol adalah kurang baik dalam melepas panas. Sehingga ketika rem tromol mengalami overheat, kemampuan pengeremannya bisa berkurang.

Baca juga: Ramai Lagi Bus Single Glass, Apa sih Kelebihannya?

“Pertimbangan memakai rem tromol juga karena safety, tetapi harus digunakan sesuai spesifikasinya. Kalau nantinya rem tidak mampu menahan beban, pasti akan rusak dan akibatnya bisa kecelakaan,” kata Prasetyo.

Selain itu, truk dan bus saat ini juga ada yang sudah menggunakan model cakram. Model cakram sendiri memiliki keunggulan dalam melepas panas yang lebih cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.