Penyebab Pelek Mobil Peang Saat Hantam Lubang di Jalan Tol

Kompas.com - 06/05/2021, 10:42 WIB
Pelek peyang, bisa diservis dengan cara di-press. Donny AprilianandaPelek peyang, bisa diservis dengan cara di-press.

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan bebas hambatan atau tol di Indonesia bisa dibilang tidak semuanya mulus. Misalnya di tengah jalan, ada saja lubang yang ukurannya cukup besar dan kerap sulit dihindari.

Ketika mobil berjalan di jalan tol, biasanya sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Ada juga sebagian yang pasrah, membiarkan roda menghantam lubang tersebut. Tapi ternyata, menghantam lubang dalam kecepatan tinggi bisa membuat pelek jadi peang.

Tire & Rim Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, ada lima faktor yang bisa menyebabkan pelek peang saat menghantam lubang di jalan tol.

Baca juga: Royal Enfield Taurus, Motor Jadul Menenggak Solar

Pejagan yang dikelola oleh PT Bakrie Toll Road, Rabu (12/12/2012), di Cirebon, Jawa Barat. Jalan tol swasta yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Pejagan yang dikelola oleh PT Bakrie Toll Road, Rabu (12/12/2012), di Cirebon, Jawa Barat. Jalan tol swasta yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.

“Pertama ada kecepatan, lalu beban yang diangkut, tekanan udara dalam ban, dalam dan besarnya lubang yang dilibas,” ucap Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kecepatan mobil yang tinggi, ditambah beban yang sedang diangkutnya besar, bisa membuat pelek peang saat melibas lubang di jalan tol. Begitu juga perhatikan tekanan udara ban, harus pas sesuai rekomendasi dan jangan sampai kurang.

Baca juga: Pebalap Federal Oil Moto2 Ungkap Beda Sasis Kalex dan Speed Up

Bambang mengatakan, menghindari lubang di jalan tol itu sulit. Karena ketika mengemudi di jalan tol, pengemudi kerap kaget ketika ada lubang di tengah jalan, sehingga tidak sempat lakukan manuver.

“Jika sudah ketahuan jalannya rusak, akan lebih mudah untuk berhati-hati, berbeda kalau di jalan tol. Kalau mau menghindari lubang di jalan tol juga berisiko mobil selip atau body rolling,” kata Bambang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X