Diprediksi Hari Ini Jadi Puncak Mudik yang Tetap Nekat Berangkat

Kompas.com - 05/05/2021, 14:01 WIB
Ilustrasi: Kondisi arus balik pemotor yang melintas di Kalimalang, Rabu (20/6/2018) KOMPAS.com/Stanly RavelIlustrasi: Kondisi arus balik pemotor yang melintas di Kalimalang, Rabu (20/6/2018)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 dari tanggal 6-17 Mei 2021. Namun pemudik yang nekat bisa memanfaatkan waktu sebelum itu.

Pemerhati masalah transportasi, Budiyanto, mengatakan, dilematisnya karena waktu larangan mudik berdekatan dengan kelonggaran waktu yang memungkinkan pemudik menggunakan celah tersebut.

Baca juga: Jangan Asal, Pakai Lampu Dim pada Mobil juga Ada Etikanya

"Puncak mudik akan terjadi pada waktu sebelum larangan mudik dilaksanakan. Kepadatan akan terjadi selama dua hari (4-5 Mei) sebelum tanggal 6 Mei," katanya dalam rilis resmi, Rabu (5/5/2021).

Aplikasi seperti TMC Polda Metro Jaya menawarkan banyak info, mulai dari keberadaan kantor polisi, kejadian penting seputar kecelakaan, demonstrasi dan kebakaran dapat menjadi pertimbangan Anda demi kelancaran perjalanan mudik nanti.Shutterstock Aplikasi seperti TMC Polda Metro Jaya menawarkan banyak info, mulai dari keberadaan kantor polisi, kejadian penting seputar kecelakaan, demonstrasi dan kebakaran dapat menjadi pertimbangan Anda demi kelancaran perjalanan mudik nanti.

Budiyanto mengatakan, untuk itu perlu antisipasi oleh para stakeholders yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Sinergitas dan kordinasi antisipasi perlu diefektifkan baik Pengaturan di jalan Arteri/non Tol maupun jalan Tol.Perlu dipersiapan antisipasi secara bertahap dari mulai situasi normal - situasi macet sampai dengan situasi kontijensi," katanya.

Baca juga: Pebalap Federal Oil Moto2 Ungkap Beda Sasis Kalex dan Speed Up

Situasi normal lakukan penjagaan dan pengaturan di tempat - tempat yang sudah dipersiapkan pos- pos pantau atau pos Jaga.

Ada perkembangan terjadi kemacetan lakukan cara- cara kombinasi antara penjaga yang bersifat stasioner dengan petugas yang patroli.

 

Petugas Satlantas Polres Brebes menghentikan kendaraan diduga travel gelap yang membawa pemudik di Jalur Pantura Kecipir Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Senin (3/5/2021) malam (Dok. Polres Brebes)Tresno Setiadi/kompas.com Petugas Satlantas Polres Brebes menghentikan kendaraan diduga travel gelap yang membawa pemudik di Jalur Pantura Kecipir Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Senin (3/5/2021) malam (Dok. Polres Brebes)

 

"Operasionalkan NTMC / RTMC sebagai pusat komando, kendali dan komunikasi serta pusat informasi untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang situasi lalin yang terjadi," katanya.

Budyanto mengatakan, penting untuk memperketat pengawasan secara berjenjang sehingga petugas dalam situasi apapun tetap siap siaga.

"Mereka akan tetap berusaha untuk pulang dengan mencari titik lemah penjagaan dan pemeriksaan dari petugas dengan menggunakan jalan- jalan tikus," katanya.

"Naik kendaraan secara estasfet, memanfaatkan titik lelah petugas dan dengan gunakan cara-cara ekstrem, misal naik mobil boks, sewa travel, naik towing atau derek dan sebagainya," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X