PPnBM Dongkrak Penjualan Toyota di Maret

Kompas.com - 24/04/2021, 10:48 WIB
Toyota Avanza IIMS Hybrid 2021 KOMPAS.COM/STANLY RAVELToyota Avanza IIMS Hybrid 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Relaksasi berupa insentif PPnBM, memberikan angin segar bagi PT Toyota Astra Motor (TAM). Hal ini dibuktikan dengan pencapaian penjualan ritel di Maret 2021 sebesar 26.445 unit, tumbuh 111 persen dibanding Februari yang hanya 12.537 unit.

Henry Tanonto, Vice President Director PT TAM mengatakan, sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung industri otomotif dengan pemberian relaksasi sehingga bisa memberikan dampat positif.

"Toyota membukukan penjualan ritel lebih dari 26.000 unit dengan market share 34,1 persen, penjualan tumbuh 111 persen dibandingkan Februari, dam meningkat 48,7 persen bila dibandingkan Maret 2020," ucap Henry dalam keterangan resminya, Jumat (23/4/2021).

"Melihat hasil baik ini, kami optimis secara bertahap pasar otomotif nasional mulai bangkit dan kembali bergairah," kata dia.

Baca juga: Dirangsang Insentif, Toyota Innova dan Fortuner Tumbuh Subur

Toyota Sienta Varian V dengan kursi wheelcab jadi salah satu pilihan MPV dengan akses lengkap bagi disabilitas Toyota Sienta Varian V dengan kursi wheelcab jadi salah satu pilihan MPV dengan akses lengkap bagi disabilitas

Sepanjang kuartal pertama 2021, atau dari Januari hingga Maret, penjualan ritel market mencapai 178.450 unit. Sedangkan Toyota membukukan penjualan ritel sebesar 54.274 unit yang membuat market share di kuartal pertama sebesar 30,4 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjualan ritel 77.511 unit, berhasil dikantongi Toyota sepanjang Maret, atau naik 65 persen dibanding Februari. Jumlah tersebut juga lebih tinggi 28 persen jika disejajarkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun pencapaian tersebut berangkat dari naiknya Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang pada Maret jumlahnya sebesar 40.847 unit, atau naik 81% dibandingkan Februari yang hanya 22.512 unit.

Kontribusi terbesar berasal dari SPK untuk kendaraan yang mendapat relaksasi PPnBM, yakni Toyota Rush, Avanza, Yaris, Sienta, dan Vios yang merupakan kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan penggunaan komponen lokal minimal 70 persen.

Toyota All New Innova Venturer 2.4 Diesel AT. Kompas.com menguji untuk pemakaian harian.Kompas.com / Setyo Adi Toyota All New Innova Venturer 2.4 Diesel AT. Kompas.com menguji untuk pemakaian harian.

Rush memimpin tinginya pemesanan, yakni sebesar 10.810 unit atau naik 139 persen di Maret lalu. Setelah itu Avanza dengan jumlah 8.512 unit atau naik 97 persen, Yaris 1.690 unit atau naik 127 persen, Sienta 208 unit, dan Vios 521 unit yang masing-masing mengalami kenaikan 110 persen dan 193 persen.

Baca juga: Resmi, Toyota Raize Meluncur 30 April 2021 di Indonesia

Pada April, Fortuner dan Innoca juga ikut merasakan tumbuhnya pemesanan imbas perluasan PPnBM. Dalam periode 1–20 April, Toyota mengklaim SPK Fortuner naik 71 persen dan Kijang Innova naik sebesar 109 persen di bandingkan Maret dengan periode yang sama.

Toyota Fortuner IIMS Hybrid 2021KOMPAS.COM/STANLY RAVEL Toyota Fortuner IIMS Hybrid 2021

Bahkan Direktur Pemsaran TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan, menurut data terakhir pemesanan Fortuner dan Innova sudah naik dua kali lipat dibandingkan Februari lalu.

"SPK Innova di April meningkat sampai di atas 12 persen, sementara untuk Fortuner sampai 80 persen dibanding bulan sebelumnya," ujar Anton ajang buka puasa virtual bersama media, Jumat (23/4/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X