Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/04/2021, 04:32 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam kejadian memang terjadi di jalan raya, kadang sampai mengerutkan dahi. Misalnya yang cukup sering terjadi, adalah pengemudi mobil yang enggak sabar di tikungan, seenaknya memotong jalan kendaraan lain.

Misalnya seperti dalam video yang diunggah akun Instagram Dashcam Indonesia. Pada video tersebut, terlihat mobil yang ingin belok kiri, yang main potong jalur kendaraan di depannya.

Memang dalam kejadian ini tidak terjadi kontak antara kedua mobil, namun setidaknya mobil bisa mengantre dan lebih sabar. Selain itu, kondisi jalan juga tidak macet dan seharusnya bisa mengantre.

Baca juga: Ini Aturan dan Syarat Baru untuk Penumpang Bus Rosalia Indah

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

 

Menanggapi pengemudi seperti ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ini adalah contoh pengemudi yang minim ilmu pengetahuan berkendara.

“Di jalan raya bukan siapa duluan atau cepat, tapi siapa yang paling beretika. Tidak ada gunanya cepat tapi bisa berujung celaka atau justru mencelakai pihak lain,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (23/4/2021).

Sony menjelaskan, etika yang benar ketika berada di persimpangan, pertama adalah perhatikan lajurnya. Tidak dibenarkan memotong marka jalan, apalagi memotong kendaraan yang sudah ada di lajurnya.

Baca juga: Ini Bus Tingkat Baru PO Nusantara, Conqueror

“Kemudian kurangi kecepatan 100 meter sebelum persimpangan dan nyalakan lampu sein di 50 meter. Setelah itu cover brake untuk antisipasi terhadap bahaya orang menyeberang dan perhatikan rambu-rambu,” kata Sony.

Sony mengingatkan, jalan raya adalah milik bersama yang harus digunakan secara beretika. Jika lain kali bertemu pengemudi yang memotong lajur, lebih baik kasih saja ruang demi keamanan dan terhindar dari konflik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com