DFSK Gelora E, Jadi Momentum ke Era Kendaraan Elektrifikasi

Kompas.com - 23/04/2021, 16:11 WIB
DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora E Kompas.com/DonnyDFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora E

Sedangkan dimensinya, Gelora E baik varian blind van maupun minibus, memiliki panjang 4,5 m, lebar 1,68 m dan tinggi 2 m.

Untuk varian blind van memiliki luas kabin 4.800 liter, sedangkan minibus, tersedia model tujuh tempat duduk.

Peluang Gelora E

Franz Wang mengatakan, dengan menghadirkan varian blind van dan minibus, DFSK mengantisipasi kalau ada konsumen dari perusahaan yang tertarik dengan Gelora E, tentu saja dengan opsi pembelian fleet atau secara borongan.

“Tapi tentu saja, kami terbuka untuk segala jenis customer baik dari pribadi maupun perusahaan,” ucap Franz lagi.

Selain itu, Franz mengatakan tidak mau membatasi Gelora E hanya untuk kalangan tertentu. Misalnya untuk Gelora E varian minibus, bisa digunakan sebagai angkutan perkotaan (angkot) maupun sebagai kendaraan shuttle.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, DFSK Gelora E berpotensi sebagai kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik murni yang bisa menunjang sektor komersial ringan.

DFSK secara resmi telah meluncurkan DFSK Gelora E sebagai the first electric commercial vehicle untuk para pengusaha di Indonesia pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 20211.DFSK DFSK secara resmi telah meluncurkan DFSK Gelora E sebagai the first electric commercial vehicle untuk para pengusaha di Indonesia pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 20211.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, DFSK Gelora E berpotensi sebagai kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik murni yang bisa menunjang sektor komersial ringan.

Budi berharap, kendaraan niaga ringan berbasis listrik pertama di Indonesia ini bisa dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa dengan mudah untuk memiliki, terutama bagi para pengusaha yang memiliki bisnis untuk menjadikan Gelora E sebagai kendaraan niaga ringannya.

"Semoga ini bisa segera diproduksi di Indonesia dan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi," kata Budi.

DFSK sendiri memasarkan Gelora E dengan harga yang memang cukup tinggi sebagai sebuah kendaraan niaga ringan, yakni Rp 510 juta sampai Rp 520 juta untuk minibus, dan Rp 480 juta sampai Rp 490 juta untuk blind van.

Menanggapi permintaan Menteri Perhubungan, Sales & Marketing Director PT Sokonindo Automobile Rifin Tanuwijaya mengatakan, harapan tersebut sesuai dengan rencana DFSK menghadirkan kendaraan dengan harga terjangkau.

"Gelora E sengaja dihadirkan sebagai solusi di segmen kendaraan komersial ringan melalui kendaraan yang efisien, ramah lingkungan, berdaya saing tinggi, dan tentunya bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," ucap Rifin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X