Upaya Aplikasi Mengurangi Kecelakaan Bus karena Pengemudi Kelelahan

Kompas.com - 21/04/2021, 10:02 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Mandepo, Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Dok. Satlantas Polres GresikPolisi saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Mandepo, Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan truk dan bus di Indonesia biasanya memiliki jarak tempuh hingga ratusan kilometer. Kondisi jarak tempuh yang panjang kerap membuat para pengemudi kendaraan niaga, baik bus maupun truk, merasa kelelahan saat sedang bertugas.

Tentu saja kondisi pengemudi yang kelelahan ini berbahaya. Pasalnya, bus atau truk yang dikemudikannya rawan celaka. Dimensi truk dan bus yang besar juga berpotensi punya daya rusak hebat, apalagi kalau terlibat dengan kendaraan pribadi, seperti mobil, motor, sepeda, atau pejalan kaki.

Atas alasan ini, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan lantas berinisiasi melakukan upaya pencegahan pengemudi kelelahan. Upaya ini dilakukan agar angka kecelakaan truk dan bus karena pengemudi kelelahan bisa berkurang di jalan raya.

Baca juga: Simak, Ini Tarif Bus Patas Jurusan Surabaya-Yogyakarta

Kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, untuk melihat dan menjaga kelelahan pengemudi, telah dibuatkan sebuah sistem aplikasi dan sedang dalam uji coba.

“Memang ini belum semua dipakai, sistem ini pertama kali saya gunakan di Teman Bus sebagai uji coba dengan nama e-Logbook. Nanti semua pengemudi dari berbagai angkutan harus mendaftar ke e-Logbook,” ucap Ahmad dalam Webinar Sinergi Pemerintah dan Operator dalam Mewujudkan Angkutan yang Berkeselamatan, Selasa (20/4/2021).

Ahmad menjelaskan, ketika semua pengemudi daftar pada aplikasi e-Logbook, maka diklaim akan mendapatkan keuntungan berupa manajemen perusahaan. Nantinya, manajemen akan tahu tingkat kelelahan pengemudi angkutan.

Baca juga: Menahan Sakit di GP Portugal, Marquez Akui Belum Sembuh Total

“Manajemen perusahaan akan tahu sudah berapa jam, apakah kondisi pengemudinya baik. Ini kami buat dalam bentuk aplikasi, nanti saya akan report semua hasilnya setelah kita uji coba,” kata Ahmad.

Setelah Teman Bus, aplikasi e-Logbook akan diuji coba ke angkutan antar negara. Kemudian, penggantian pengemudi juga penting, jangan sampai pengemudi hanya satu orang jika jaraknya jauh, harus ada dua.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X