Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/04/2021, 16:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comTruk merupakan salah satu media untuk mengantarkan barang dari suatu tempat ke lokasi lain. Biasanya, truk pengangkut barang ini melewati jalan yang jauh dan kerap menggunakan jalan tol.

Namun sayangnya, kejadian seperti begal atau aksi derek liar sering dialami oleh para pengemudi truk di jalan tol.

Tentu saja dengan kejadian seperti ini, baik pengemudi maupun perusahaannya mengalami kerugian materi dan waktu pengiriman yang molor.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, pihaknya bersama KNKT, Kementerian PUPR, Jasa Marga, Korlantas Polri dan Kemenhub pernah bertemu dengan pengelola Tol Cipali di tahun 2020.

Baca juga: Bandel Lawan Arah Saat Macet, Fortuner Dipaksa Jalan Mundur

Ban truk Pak Girsang yang akan diambil oleh kelompok begal.- Ban truk Pak Girsang yang akan diambil oleh kelompok begal.

“Saat itu KNKT mengusulkan adanya rest area yang lebih manusiawi, nyaman dan aman bagi para pengemudi truk,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Bambang mengatakan, rest area sebaiknya jangan diisi dengan waralaba internasional saja. Namun sediakan juga berbagai makanan lokal untuk para pengemudi truk.

“Selain itu sediakan juga musala dan aula untuk tidur-tiduran yang nyaman, tidak banyak nyamuk dan dijaga security saat mereka sedang tidur. Seringnya kan mereka ditodong saat sedang tidur atau diambil kunci kontaknya,” kata Bambang.

Baca juga: Fiz-R Banyak Dicari, Simak Kisaran Harga Seken Yamaha F1ZR

Selain itu, Aptrindo Jateng dan DIY juga berharap, jika ada truk yang mengalami musibah atau kerusakan di jalan tol, sebaiknya ada derek gratis yang mengantar truk sampai ke bengkel terdekat.

“Kemudian untuk mengurangi ruang gerak begal, kami berharap intensitas patroli di jalan tol ditambah,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.