Penjualan Mobil Listrik Bergantung Kemauan dan Kebijakan Pemerintah

Kompas.com - 02/04/2021, 09:02 WIB
Kendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLU KOMPAS.com/RULY KURNIAWANKendaraan listrik Hyundai Ioniq tengah melakukan pengisian daya di SPKLU

JAKARTA, KOMPAS.com – Secara perlahan penetrasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai mengalami peningkatan. Meskipun masih terbilang mahal, sejumlah merek mulai menawarkan pilihan mobil listrik yang beragam.

Tae-Uhn Kim, Vice President Business Strategy Planning Hyundai Motor Company, mengatakan, permintaan mobil listrik seiring dengan tren global dalam mengurangi jejak karbon dunia dan mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Menurutnya, penggunaan mobil listrik di Indonesia dapat mewujudkan pembangunan ekonomi yang kuat dan ramah lingkungan.

Baca juga: Hyundai Alcazar, Calon SUV Murah Korea Pesaing Rush

Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik UNPLASH.com Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik

“Battery Electric Vehicle (BEV) akan memainkan peran penting dalam mengatasi masalah polusi udara di Indonesia dan memulihkan pertumbuhan ekonominya setelah pandemi COVID-19,” ujar Kim, dalam keterangan tertulis (1/4/2021).

“Memperluas penggunaan BEV bebas emisi untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar diesel dan bensin dapat membantu pengurangan polusi,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, peningkatan penjualan mobil listrik disebut tidak akan terwujud tanpa kemauan kuat baik dari pemerintah dan juga sektor swasta.

Baca juga: Selama April, Beli Pertamax dkk Diskon Rp 300 per Liter

 

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

“Pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang tepat dengan dukungan penuh dari industri. Kolaborasi yang kuat adalah suatu keharusan untuk terus mendorong adopsi dan penggunaan BEV secara lebih luas,” ucap Kim.

Salah satu kendala utama BEV sulit diterima masyarakat adalah harganya yang mahal. Sejumlah negara maju memberikan insentif langsung berupa potongan harga buat konsumen yang mau beli BEV atau tukar-tambah mobil konvensionalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.