Sebanyak 3,8 Juta Ton CO2 Bisa Direduksi Lewat Kendaraan Listrik

Kompas.com - 01/04/2021, 17:32 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita resmikan kendaraan listrik buatan Toyota di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita resmikan kendaraan listrik buatan Toyota di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Bali, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, juga akan mendorong implementasi kendaraan listrik dilima destinasi wisata prioritas lainnya.

Selain untuk mendorong EV ecotourisem, cara tersebut juga dianggap Agus cukup ampuh untuk sosialisasi dan akselerasi program percepatan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Agus, pemerintah telah menargetkan produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada 2030 sebesar 600.000 unit untuk roda empat atau lebih, dan sebanyak 2,45 juta unit untuk roda dua. Dengan target sebanyak itu, diharapkan bisa menekan emisi CO2.

Baca juga: Cara Toyota Bangun Ekosistem Mobil Listrik di Pulau Dewata

"Target produksi KBLBB tersebut diharapkan akan mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat dan lebih, serta sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua," ucap Agus dalam keterangan resminya, Rabu (31/3/2021).

Toyota C+Pod dan ComsDOK. TOYOTA INDONESIA Toyota C+Pod dan Coms

Sampai saat ini, baru ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi KBLBB roda empat atau lebih dengan kapasitas sebesar 1.480 unit per tahun," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam rangka mendorong industrilisasi KBLBB, pemerintah menurut Agus telah memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal. Contoh untuk konsumen yang dapat memanfaatkan berbagi insentif layaknya tax holiday, mini tax hiliday, tax allowance, Pembebasan Bea Masuk, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, dan super tax deduction untuk RD&D.

Selai itu, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga saat ini, ada 21 perusahaan industri otomotif roda empat atau lebih yang ada di Indonesia.

Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik UNPLASH.com Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik

"Mereka telah menanamkan investasinya senilai Rp 71,35 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut," ucap Agus.

Baca juga: Menperin Siap Populerkan Kendaraan Listrik via Destinasi Wisata

"Kinerja produksi kendaraan roda empat atau lebih pada periode Januari-Februari 2021, tercatat sebesar 152 ribu unit, dan penjualan (wholesales) sebesar 102 ribu unit untuk periode yang sama," kata Agus.

Seperti diketahui juga, untuk mendorong laju penjualan mobil baru usai babak belur dihantam pandemi Covid-19, pemerintah telah menggelontorkan relaksasi PPnBM mulai 1 Maret sampai 31 Desember 2021 secara bertahap. Bahkan pada 1 April insentif diperluas untuk mobil bermesin 2.500 cc.

Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.DOK. ASTRA DAIHATSU MOTOR Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.

Dari program diskon PPnBM tersebut, Agus mengatakan sampai akhir Maret 2021, telah terjadi peningkatan signifikan hingga 140 persen dibandingkan bulan sebelumnya untuk mobil baru dengan mesin 1.500 cc ke bawah yang dapat menikmati insenitif tersebut.

"Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier effect yang cukup luas bagi sektor industri lainnya, sehingga pada akhirnya akan mampu men-jumpstart perekonomian nasional," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.