Sejarah Mobil Mini, Lahir karena Krisis Suez

Kompas.com - 27/03/2021, 16:01 WIB
Mini Morris Anton Wisnu NugrohoMini Morris

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak awal diciptakan, mobil Mini selalu mempertahankan desainnya yang klasik dengan dimensi mungil. Tak banyak orang tahu bahwa mobil ini hadir karena adanya krisis.

Mini lahir karena terjadinya Krisis Suez pada akhir 1950-an. Kala itu, diberlakukan penjatahan bahan bakar minyak (BBM) bagi negara-negara Eropa, termasuk juga Inggris Raya.

Baca juga: MINI Countryman ALL4 Kit Edition Sapa Sultan Bandung

Krisis Suez sendiri merupakan konflik mengenai Terusan Suez, terusan yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah, yang terletak di Mesir.

Jakarta Morris Club menggelar acara Mini Year End Gathering di Jakarta, Minggu (16/12/2018). Acara keluarga dengan tema 80-an ini dihadiri sejumlah besar komunitas MINI di Indonesia dan merupakan persiapan menuju Indonesia Mini Day ke-2 di Bandung, Agustus 2019.KOMPAS.com / WISNU NUGROHO Jakarta Morris Club menggelar acara Mini Year End Gathering di Jakarta, Minggu (16/12/2018). Acara keluarga dengan tema 80-an ini dihadiri sejumlah besar komunitas MINI di Indonesia dan merupakan persiapan menuju Indonesia Mini Day ke-2 di Bandung, Agustus 2019.

Belum lama ini, Terusan Suez juga kembali menjadi perbincangan karena ada kapal kargo yang tersangkut dan menutup jalan bagi ratusan kapal lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keberadaan Terusan Suez sangat penting bagi perputaran roda perekonomian di Eropa. Maka itu, di saat terjadi Krisis Suez, banyak pabrikan otomotif yang mencari solusi.

Baca juga: Ini Bocoran Mobil Baru BMW dan MINI di 2021

Untuk mengatasi permasalahan penjatahan BBM pada Krisis Suez, dua perusahaan otomotif, Austin dan Morris, memutuskan untuk merger.

Keduanya masuk dalam grup British Motor Corporation (BMC) dan merencanakan pembuatan mobil kecil, ringkas, dan tentunya hemat BBM.

Indonesia Mini Day 2018 diselenggarakan sebagai tempat berkumpulnya para penggemar mobil MINIIMD2018 Indonesia Mini Day 2018 diselenggarakan sebagai tempat berkumpulnya para penggemar mobil MINI

Pimpinan BMC saat itu, Leonard Lord, menunjuk Alec Issigonis untuk merancang Morris Minor. Pengerjaan dimulai pada Maret 1957. Dua tahun kemudian, mobil tersebut siap diproduksi.

"Pada bulan Agustus 1959, mobil kecil tersebut diluncurkan ke pasar otomotif. Di masa awal, mobil ini dinamakan Austin Mini Se7en dan Morris Mini-Minor," kata dedengkot Jakarta Morris Club, Amrih Sahri, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Paket Modifikasi AC Schnitzer buat BMW, Mini dan Land Rover

Setelah 1969, nama Austin dan Morris tidak lagi digunakan, tapi berganti menjadi Mini. Meski demikian, untuk pasar internasional, kedua nama tersebut masih dipertahankan.

Mini Cooper “Limousin” milik iyos pada acara Indonesia 1st Mini Day yang digelar di MaxxBox Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12/2017).Fachri Fachrudin Mini Cooper “Limousin” milik iyos pada acara Indonesia 1st Mini Day yang digelar di MaxxBox Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12/2017).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.