Tips Aman Mengemudikan Mobil Transmisi Matik di Jalan Menanjak

Kompas.com - 27/03/2021, 15:21 WIB
Honda BR-V saat akan menaklukkan tanjakan Monteng, Kamojang, Garut. HPMHonda BR-V saat akan menaklukkan tanjakan Monteng, Kamojang, Garut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil transmisi matik lebih mudah dioperasikan ketimbang manual. Meski demikian tetap harus ada perhatiannya.

Terutama saat melewati jalan menanjak, jangan sampai mobil merosot ke belakang karena tidak kuat naik.

Tidak cuma di daerah perbukitan, kondisi jalan menanjak dan menurun juga lazim ditemui di perkotaan.

Tanjakan atau turunan curam dapat ditemui di tempat parkir gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan.

Berbeda dengan mobil bertransmisi manual di mana pengemudi dapat mengatur sendiri gear transmisi sesuai kondisi jalan. Pada mobil matik, perpindahan gear sudah diatur otomatis oleh mesin.

Ketika akan melalui tanjakan, posisikan transmisi pada L (low) atau D2 bagi mobil yang sudah ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Posisi transmisi low atau D2 pada mobil matik ibarat seperti gigi 1 pada mobil transmisi manual. Cocok untuk jalanan menanjak.

Jika transmisi tetap pada posisi D, terjadi perpindahan gigi secara otomatis saat putaran mesin telah mencapai torsi maksimal. 

Kinerja mesin cukup bisa diandalkan untuk melibas tanjakan Nagreg, Garut, Jawa Barat.TAM Kinerja mesin cukup bisa diandalkan untuk melibas tanjakan Nagreg, Garut, Jawa Barat.

Kecenderungan pengemudi saat menanjak adalah menginjak pedal gas lebih dalam. Putaran mesin yang tinggi ini malah terbaca oleh modul transmisi, bahwa torsi telah optimal untuk melakukan perpindahan gigi.

Padahal dalam kondisi tanjakan curam atau tanjakan panjang, putaran mesin memang akan meninggi. Namun rasio gigi harus yang lebih rendah agar torsi lebih mudah didapat.

"Di tanjakan beberapa mobil matik memang terlihat kehabisan napas, hal itu terjadi akibat setiap perpindahan gear sudah diatur oleh mesin," ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/3/2021).

Sony melanjutkan, perhatikan juga beban bawaan pada mobil, jangan sampai overload karena dapat berakibat gagal menanjak disebabkan transmisi matik tersebut bekerja di luar batas kemampuan.

"Saat sudah mengetahui bahwa mobil matik membawa beban yang berat dan tetap nekat melalui jalanan menanjak, pengemudi harus sadar bahwa dia sedang mencari masalah," kata Sony menambahkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X