Produsen Otomotif Jepang Hitung Dampak dari Terbakarnya Pabrik Chip

Kompas.com - 23/03/2021, 18:11 WIB
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoPekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan otomotif asal Jepang tengah melakukan kajian dari dampak kebakaran pabrik chip otomotif Renesas Electronics yang dinilai dapat memperburuk suplai global cip semikonduktor.

Pasalnya, pabrik terkait membutuhkan waktu satu bulan untuk kembali melakukan proses produksi cip usai mengalami gangguan listrik sampai berujung terhadap kebakaran pada Jumat (19/3/2021).

"Kami sedang mengumpulkan informasi dan mencoba melihat apakah ini akan mempengaruhi kami atau tidak (kebakaran pabrik cip di Naka, Prefektur Tokushima, Jepang)," kata juru bicara Honda dilansir Reuters, Senin (23/3/2021).

Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup Sebut Metode Razia Knalpot Bising Salah

Toyota melakukan recall 6,5 juta unit untuk beberapa model karena power window.Reuters/ Yuya Shino Toyota melakukan recall 6,5 juta unit untuk beberapa model karena power window.

Pembuat mobil lain termasuk Toyota dan Nissan juga mengatakan tengah melakukan analisis dampak dari situasi tersebut. Tetapi belum ada langkah resmi dari pabrikan otomotif terkait menanggapinya.

Mereka memperkirakan, efek kebakaran pabrik cip bisa sampai ke luar Jepang seperti Eropa dan Amerika Serikat, lantaran Renesas Electronics menguasai sekitar 30 persen pangsa pasar global chip pada mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara perusahaan semikonduktor ini memperkirakan pengiriman mulai terkendala kepada konsumen sekitar satu bulan ke depan. Lalu, untuk kembali ke pasokan normal mungkin butuh waktu lebih lama.

"Mengingat hal itu, Toyota akan menghadapi produksi yang sangat tidak stabil pada bulan April dan Mei," kata Seiji Sugiura, analis senior di Tokai Tokyo Research Institute.

"Saya pikir Honda, Nissan dan pabrikan lain juga akan menghadapi situasi yang sulit," tambahnya.

Baca juga: Mobil di Luar Plat B Tetap Bisa Kena Tilang Elektronik di Jakarta

Logo Hondadok.reuters Logo Honda

Untuk diketahui, cip semikonduktor yang dibuat oleh Renesas digunakan secara menyeluruh untuk sistem komputasi di dalam mobil, termasuk untuk memantau kinerja mesin, mengatur kemudi, jendela otomatis, sensor parkir, serta instalasi hiburan.

Nissan dan Honda telah terpaksa mengurangi rencana produksi karena kekurangan cip, sementara Toyota yang memastikan punya persediaan cip, sejauh ini bernasib lebih baik.

"Bisa memakan waktu tiga bulan atau bahkan setengah tahun untuk pulih sepenuhnya. Ini terjadi ketika stok cip menipis," kata Akira Minamikawa, analis di perusahaan riset teknologi Omdia.

Baca juga: Pemerintah Belum Atur Baku Mutu untuk Knalpot Bising di Jalan

Melihat kejadian ini, pemerintah Jepang menjanjikan akan memberi bantuan kepada industri otomotif dalam negeri. Supaya, sektor otomotif tidak masuk ke jurang krisis.

"Kami akan mencoba membantu pabrik Naka mencapai pemulihan cepat dengan membantunya memperoleh peralatan manufaktur alternatif dengan segera," kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.