Saran KNKT buat Karoseri Bus Cegah Kebakaran di Ruang Mesin

Kompas.com - 20/03/2021, 13:41 WIB
Bus Putra Jaya dengan nomor polisi DP 7778 PJ terbakar di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (30/08/2019) malam tadi, pihak kepolisian Resor Luwu,  akan mendalami penyebab kebakaran dengan berkoordinasi pihak Reskrim dan Dinas Perhubungan, Sabtu (31/08/2019) MUH. AMRAN AMIRBus Putra Jaya dengan nomor polisi DP 7778 PJ terbakar di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (30/08/2019) malam tadi, pihak kepolisian Resor Luwu, akan mendalami penyebab kebakaran dengan berkoordinasi pihak Reskrim dan Dinas Perhubungan, Sabtu (31/08/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kebakaran bus memang kerap terjadi di Indonesia. Selain karena korsleting di bagian kelistrikan, kebakaran pada bus juga kerap terjadi di bagian ruang mesin.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, pernah ada kejadian bus PO Rosalia Indah yang terbakar di ruang mesin dan sulit untuk dipadamkan.

“Kap mesinnya enggak bisa dibuka karena panas, sehingga api sulit untuk dipadamkan,” ucap Wildan dalam acara Accident Review Forum “Keselamatan Kelistrikan Mobil Bus” pada hari Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Begini Ciri-ciri Kerusakan Fuel Pump pada Toyota Avanza

Sebuah bus terbakar di Jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2020)Dok Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sebuah bus terbakar di Jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Selasa (27/10/2020)

Terkait kebakaran di ruang mesin, Wildan mengatakan, karoseri pembuat bus harus memikirkan, bagaimana cara membuka kap mesin saat terjadi kebakaran. Karena menyemprot dari luar tidak akan mematikan api di ruang mesin.

Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, biasanya ATPM pembuat sasis bus sudah menyiapkan pemadam api khusus untuk ruang mesin.

“Setahu saya yang ada itu untuk chassis premium seperti model Scania atau Mercedes Benz, namanya fire suppression system,” ucap Werry kepada Kompas.com, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Imbas PPnBM, Daihatsu Banjir SPK Terios dan Xenia

Untuk sasis yang memakainya, Werry mengatakan kalau sistem ini baru ada di kelas sasis dengan GVW 18 ton dan sasis tronton atau triple axle. Contohnya seperti di bus TransJakarta yang sudah memakainya.

“Intinya sistem ini jika sensornya terkena panas berlebih atau api, akan ke-trigger untuk bekerja dan melepaskan zat kimia untuk memadamkan api,” kata Werry.

Kondisi bus yang terbakar di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (6/9/2019).KOMPAS.com/ ISTIMEWA Kondisi bus yang terbakar di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (6/9/2019).

Sedangkan untuk sasis lainnya, belum terpasang sistem seperti ini dan hanya disediakan APAR. Kemudian soal sistem pembuka kap mesin otomatis yang bisa digunakan saat darurat, Laksana masih belum ke arah sana.

“Kalau untuk bagasi bawah penumpang, sudah pernah bikin yang bisa buka tutup dikontrol dari pengemudi, seingat saya punya Damri. Namun untuk pintu mesin, sepertinya belum ada ke arah sana,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X