Pesanan Membeludak, Daihatsu Khawatir Bumerang Inden Panjang

Kompas.com - 19/03/2021, 09:31 WIB
Terios 7 Wonders Kolaka Terios 7 Wonders Kolaka

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya menjadi angin segar, hadirnya relaksasi PPnBM mobil baru bagi Daihatsu juga berpotensi menjadi bumerang.

Pasalnya, dengan ramainya pemesanan unit kendaraan yang meningkat drastis, dikhawatirkan tidak berjalan lurus dengan suplai produksinya.

Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra mengakui akan adanya kondisi tersebut. Amel mengatakan, dengan permintaan yang banyak, belum tentu pihaknya bisa memenuhi semuanya.

Baca juga: Daihatsu Recall 97.290 Mobil di Indonesia, Ini Rinciannya

Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.DOK. ASTRA DAIHATSU MOTOR Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.

"Demand naik luar biasa, secara suplai, belum tentu kita bisa memenuhi sebanyak permintaan yang naik itu. Bikin mobil tidak seperti bikin roti, dalam mekanisme pembuatan mobil itu terlibat lebih dari 20.000 item, dan vendor di Daihatsu banyak yang masing-masing juga sudah punya mekanisme forecast atau order," ujar Amel dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/3/2021).

Menurut Amel, untuk saat ini forecast yang bisa dipenuhi oleh vendor-vendornya hanya sekitar 20 persen. Hal ini tidak sebanding dengan kenaikan pemesanan yang sampai 120 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambah dengan adanya keterbatasan beraktivitas di saat pandemi Covid-19 terkait produksi, dipastikan bila semua permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi baik oleh vendor atau agen pemegang merek (APM).

Baca juga: Dapat Insentif Pajak dan Diskon dari Diler, Harga Terios Mulai Rp 180 Jutaan

Daihatsu Terios di GIIAS 2019 Daihatsu Terios di GIIAS 2019

Hal yang sangat mungkin terjadi adalah konsumen terpaksa inden untuk mendapatkan unit yang dibelinya, seperti Xenia atau Terios.

Kondisi ini akan menimbulkan keresahan, apalagi bila masa tunggu dari konsumen melebih jangka waktu PPnBM nol persen yang hanya tiga bulan, karena bila diskon turun menjadi 50 persen, tentu konsumen bisa kecewa.

Baca juga: Rocky Jadi Mobil CVT Pertama Daihatsu di Indonesia

Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 Daihatsu Xenia di GIIAS 2019

"Pasti itu (Xenia dan Terios) akan menjadi inden, tadi sudah ditunjukan SPK-nya luar biasa naik. Apa yang bisa terjadi adalah konsumen komplain dan marah, terutama bagi mereka yang berharap kendaraan langsung ada. Ini menjadi PR besar kami," ujar Amel.

"Padahal untuk kenaikan yang sebesar itu, di stok diler pun tidak akan banyak yang bisa memenuhui, terutama untuk Terios dan Xenia karena stok kita sangat limited," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X