Kompas.com - 09/03/2021, 08:22 WIB
Satu-satunya benda empuk di kabin jadi keistimewaan sopir, yakni jok berbusa. Febri Ardani/KompasOtomotifSatu-satunya benda empuk di kabin jadi keistimewaan sopir, yakni jok berbusa.

JAKARTA, KOMPAS.comBus mesin depan kerap digunakan sebagai kendaraan penumpang jarak dekat. Berbeda dengan bus bermesin belakang, posisi rumah mesin bus mesin depan terlihat jelas ada di kabin.

Oleh karena itu, ketika masuk dari pintu depan, seperti ada gundukan di sebelah kursi pengemudi. Gundukan ini sebenarnya adalah kap mesin bus, atau biasa kerap disebut dengann kiasan kuburan.

Development Design karoseri New Armada Deddy Hermawan mengatakan, sebutan kuburan ini dikarenakan bentuknya yang menyerupai kuburan.

Baca juga: Buntut Biker Vs Paspampres, Ratusan Motor Terjaring Razia di Monas

Bus mesin depanHaltebus.com Bus mesin depan

“Bentuknya kayak peti mati atau coffin, cek saja di bus PPD yang lama,” ucap Deddy kepada Kompas.com, Senin (8/3/2021).

Ukuran kuburan ini sebenarnya semakin mengecil di bus-bus mesin depan yang baru. Untuk tipe big bus, biasanya masih ada kuburannya. Sedangkan untuk yang medium bus, rata-rata sudah tidak ada alias lantai rata.

“Karena kalau bus besar mesinnya berada di atas lantai. Kalau medium bus seperti Mitsubishi atau yang lainnya, mesin sejajar di bawah jok sopir,” kata Deddy.

Baca juga: Sempat Populer seperti Honda Jazz, 8 Mobil Ini Akhirnya Disuntik Mati

Selain itu, Anggota Forum Bismania Indonesia Dimas Raditya mengatakan, kuburan ini kerap dijadikan tempat duduk untuk penumpang. Di bagian atas kuburan ditempel lagi busa agar penumpang bisa duduk nyaman.

“Kalau busnya tidak memakai sekat, biasanya masih ada kuburan yang dikasih alas duduk,” ucap Dimas kepada Kompas.com.

Dimas mengatakan, alas tambahan ini bukan dibuat di karoseri bus, melainkan dipasang sendiri oleh operatornya. Mengingat bus-bus dengan kuburan ini digunakan untuk bus ekonomi dan ekonomi AC yang mementingkan banyak penumpang, bukan kenyamanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X