Masih Pandemi, Pesanan Bus di Karoseri Jelang Lebaran Masih Sepi

Kompas.com - 06/03/2021, 11:42 WIB
Bus karoseri Laksana Karoseri LaksanaBus karoseri Laksana

JAKARTA, KOMPAS.comKaroseri pembuat bodi bus di Indonesia biasanya memiliki dua musim ketika pemesan bus sedang banyak-banyaknya. Pertama saat libur natal dan tahun baru dan kedua memasuki musim mudik Idul Fitri.

Idul Fitri tahun 2021 jatuh bulan Mei 2021. Jika proses pembuatan bus memakan waktu dua bulan, seharusnya pada Maret 2021 sudah banyak sasis baru yang masuk karoseri untuk dipasangkan ke bodi bus baru.

Lalu bagaimana kenyataannya, apakah pesanan bus baru mulai banyak di awal Maret 2021?

Baca juga: Miris, Parodi MotoGP dengan Aksi Kebut-kebutan Bus di Jalan Tol

Bus Baru PO TentremINSTAGRAM/ANDREW_TRANSPORTATION_GALLERY Bus Baru PO Tentrem

Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, pesanan bus di bulan Maret ini masih cenderung sepi, tidak ada peningkatan pemesanan bus baru.

“Lumayan (banyak) masuk yang upgrade dan reparasi saja, kalau sasis baru masih sedikit. Jauh sekali jika dibandingkan dengan tahun 2019,” ucap Werry kepada Kompas.com, Sabtu (6/3/2021).

Werry mengatakan, di masa pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, untuk investasi bus baru sepertinya masih cukup berat. Selain itu juga dibandingkan dengan tahun 2019 karena dalam masa yang normal, sebelum pandemi.

Baca juga: Sama-sama 1.500 cc, Ini Bedanya Mesin City Hatchback dan Jazz

Begitu juga yang dikatakan oleh Dimas Raditya, Sales Staff karoseri Tentrem. Dimas mengatakan, di bulan Maret memang mulai ada PO reguler yang pesan untuk lebaran nanti, tapi jumlahnya masih jauh dari normal.

“Tahun 2020 enggak dihitung normal ya. Jika dibandingkan dengan 2020, pesanan tahun ini memang turun, tapi kan banyak yang enggak diambil juga pesanan tahun 2020,” ucap Dimas kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X