Perkembangan Sistem Elektronik MotoGP yang Makin Canggih

Kompas.com - 28/02/2021, 15:01 WIB
Alex Rins Twitter/@Rins42Alex Rins
|

JEREZ, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi motor MotoGP bukan hanya di bidang mesin tapi juga elektronik. Bahkan pengembangannya sangat signifikan.

Kepala kru Alex Rins, Jose Manuel Cazeaux, mengatakan, jika dulu sistem elektronik hanya bekerja untuk mengontrol motor kini telah berkembang untuk mengetahui kondisi motor.

"Telah terjadi evolusi besar," kata Cazeaux mengutip Crash.net, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: Vinales Ungkap Keinginan Pakai Motor Lama di MotoGP 2021

Di satu sisi hal ini membuat mekanik lebih terperinci mengetahui seluk beluk motor karena semua terekam data. Tapi sekaligus membuat tugas jadi lebih berat. Sebab pekerjaan mekanik dan kru jadi bertambah untuk analisis data.

Balapan MotoGP dalam kondisi wet raceDok. Boxrepsol.com Balapan MotoGP dalam kondisi wet race

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika saya pertama kali pergi balapan (awal karir), pada pukul 6-7 malam Anda masih punya waktu untuk pergi ke trek kart atau bermain sepak bola," katanya.

“Saat itu pekerjaan lebih mudah, karena misalnya motor akan masuk dan ada satu mekanik dengan selembar kertas mencatat tekanan ban untuk setiap sesi. Kemudian kepala kru akan memutuskan tekanan mana yang akan memulai balapan," katanya.

Tapi sekarang, kata mantan insinyur elektronik Ducati di zaman Alex Barros, Nicky Hayden dan Cal Crutchlow menjadi lebih kompleks.

"Sekarang Anda sudah memiliki tekanan ban depan dan belakang, suhu udara bagian dalam, suhu sasis internal dengan teknologi IR, suhu permukaan eksternal. Anda memiliki banyak channel dan Anda perlu waktu dan orang untuk menganalisis semua ini," katanya.

Baca juga: Ini Kelebihan serta Kekurangan Pelumas Sintetik dan Mineral

Suzuki GSX-RR jadi salah satu faktor penentu apiknya performa tim balap Suzuki Ecstar pada MotoGP 2020.Suzuki Racing Team Suzuki GSX-RR jadi salah satu faktor penentu apiknya performa tim balap Suzuki Ecstar pada MotoGP 2020.

"Jadi elektronik telah berkembang pesat, tidak hanya untuk mengontrol motor, yang pada awalnya cenderung dipikirkan orang seperti kontrol traksi atau anti-wheelie, tapi juga untuk memahami apa yang terjadi pada motor," kata Cazeaux.

Cazeaux mengatakan, saat ini kontribusi sistem elektronik bisa lebih besar ketimbang mesin itu sendiri.

“Saya pikir ini adalah kontribusi yang lebih besar daripada bagian kontrol mesin," katanya.

"Bagi para insinyur, elektronik memungkinkan kami memahami apa yang terjadi di motor dan membuat model serta menganalisis, misalnya, jika Anda membutuhkan sasis yang lebih kaku atau sasis yang tidak terlalu kaku," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Crash.net
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.