Batasan Usia Mobil 10 Tahun, Bagaimana Jika Pajak Mobil Tua Dinaikkan?

Kompas.com - 28/02/2021, 07:41 WIB
Ilustrasi mobil lawas yang ikut uji emisi di DKI Jakarta KOMPAS.COM/STANLY RAVELIlustrasi mobil lawas yang ikut uji emisi di DKI Jakarta
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk membatasi peredaran mobil berusia 10 tahun ke atas. Wacana ini pun ramai ditanggapi pecinta otomotif terutama di media sosial.

Banyak yang beranggapan lebih baik pajaknya dinaikkan saja asalkan mobil tua tetap boleh beroperasi di Ibu Kota.

Meski begitu, Ketua Umum Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Ronny Arifudin, mengatakan, pihaknya kurang setuju jika pajak mobil tua dinaikkan.

Baca juga: Kebiasaan Orang Indonesia, Ragu-Ragu di Jalan Tol

Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018).

“Kami enggak setuju, karena sebetulnya mobil jarang keluar. Kami ini malah mau melestarikan,” ujar Ronny, kepada Kompas.com (26/2/2021).

Menurutnya, beberapa negara di Eropa ada yang menggratiskan pajak mobil tua. Terutama mobil-mobil yang sudah berusia di atas 40 sampai 50 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Masa sudah jarang dipakai, pajaknya mau dinaikkan. Harusnya dilonggarkan karena kalau dianggap mencemari lingkungan saya rasa salah alamat, karena mobil-mobil kami tidak dipakai sebagai operasional, tidak keluar setiap hari,” ucap Ronny.

Baca juga: Begal Seliweran di Depok, Ingat Keselamatan Berkendara Malam Hari

Komunitas mobil tua.Febri Ardani Komunitas mobil tua.

Sementara itu, Rifat Sungkar, Wakil Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Mobilitas, mengatakan, andaikata pemerintah menaikkan pajak mobil tua harus ada kompensasi yang jelas.

“Jadi misalnya mau meniru negara lain dengan menaikkan pajak, misalnya dinaikkan berdasarkan usia atau tingkat emisi, kami baca dulu benefit-nya apa,” ujar Rifat, kepada Kompas.com (26/2/2021).

Menurutnya, beberapa negara maju memang memperbolehkan mobil tua beroperasi, namun dengan pajak yang lebih tinggi ketimbang mobil-mobil keluaran baru.

“Di Eropa mobil-mobil tahun 1970-an, harus ikut aturan emisi tahun itu. Enggak mungkin bisa disamakan dengan mobil tahun 2000-an. Tetapi penggunaan kendaraan tetap dibatasi dengan waktu khusus,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.