2 Balita Tewas Akibat Kecelakaan, Ingat Lagi Bahaya Bonceng Anak di Motor

Kompas.com - 26/02/2021, 12:01 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)
Penulis Ari Purnomo
|

TANGERAN, KOMPAS.COM - Dua balita meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarai orang tuanya terlibat kecelakaan di ruas jalan Pondok Cabe Raya, Tangerang Selatan, Kamis (25/2/2021).

Kedua bocah tersebut terlempar dari sepeda motor dan tertabrak truk, sehingga nyawanya tidak terselamatkan.

Mengendarai kendaraan roda dua sembari memboncengkan anak, baik itu berada di bagian depan atau belakang memang cukup berisiko.

Maka dari itu, membawa anak saat naik sepeda motor tidak sangat disarankan mengingat besarnya risiko yang bisa terjadi.

Baca juga: Dapat Uang Rp 24 Miliar, Pria Ini Beli Xpander meski Belum Bisa Nyetir

Hal ini seperti disampaikan oleh Head of Safety Riding Wahana Agus Sani kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania/Setyo Adi Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Sani menambahkan, jika memboncengkan anak naik sepeda motor maka saat terjadi kecelakaan dampaknya bisa sangat fatal.

"Dalam bentuk apapun tidak pernah disarankan membonceng anak di depan, apalagi yang balita. Pertama sudah jelas itu menyalahi aturan, yang kedua sangat fatal sekali dampaknya saat terjadi kecelakaan," ujar Sani.

Kata dia, saat anak berada di depan otomatis sang anak akan menjadi tameng pengendara sepeda motor dan menahan embusan angin.

Baca juga: Cerita Sutrisno, Dapat Uang Rp 15, 8 M Langsung Beli HR-V, Xpander, Innova, dan Pikap

"Logikanya begini, berkendara itu kan melawan angin, artinya menaruh anak di depan sama saja menjadikan si anak sebagai tameng pelindung dari angin, binatang, debu dan lainnya. Apakah itu yang namanya sayang anak," tutur Sani.

Pada kesempatan yang berbeda, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, selain berbahaya anak yang berada di depan juga bisa mengganggu pengendara.

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X