Pemerintah Pastikan Negosiasi dengan Tesla Masih Berjalan

Kompas.com - 26/02/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat theverge.comIlustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, negosiasi pemerintah RI dengan Tesla Inc, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat masih berjalan.

Penyataan ini menyusul kabar burung terkait langkah ke depan Tesla usai memutuskan untuk mendirikan pabrik kendaraan listrik di India yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh kedua pihak.

Hanya saja, ia belum bisa mengungkapkan secara rinci mengenai proses perkembangan negosiasi tersebut. Tapi dipastikan kalau Indonesia masih memiliki daya tarik besar bagi Tesla.

Baca juga: Beberapa Sebab Kemungkinan Tesla Enggan Berinvestasi di Indonesia

Ilustrasi Pabrik Tesla di ASreuters.com Ilustrasi Pabrik Tesla di AS

"Kalau Tesla itu masih dalam negosiasi, gagal itu kalau sudah ada keputusan. Ini kan masih negosiasi," kata Bahlil dalam konferensi virtual, Rabu (24/2/2021).

"Pengusaha itu kalau tidak ada peluang harus menciptakan peluang. Tidak boleh pesimistis, selalu harus terbuka," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahlil menjelaskan, pada dasarnya komunikasi Indonesia dengan Tesla sejak awal dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Maka, pihaknya akan berkomunikasi dengan Luhut untuk mengetahui lebih detail informasi terkait rencana investasi Tesla.

"Kami itu di bagian belakangnya. Nah untuk itu saya akan coba komunikasi dengan pihak Menko informasinya sejauh apa terakhir," ujar dia.

Baca juga: Dukung Era Mobil Listrik, Korlantas Polri Pakai Tesla Model 3

Mesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS.Tech Vision/ Youtube Mesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS.

Menurut Bahlil, pasang surut dalam tahap negosiasi investasi adalah yang biasa terjadi. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong negosiasi dengan Tesla agar bisa membuahkan hasil yang baik bagi Indonesia.

Ia mencontohkan, tarik ulur negosiasi juga sempat terjadi pada investasi LG Energy Solutition Ltd. Bahkan negosiasi berlangsung dalam kurun waktu lebih dari satu tahun lebih hingga akhirnya LG memutuskan membangun industri baterai kendaraan listrik dengan nilai investasi mencapai 9,8 miliar dollar AS.

Pada kesempatan sama, ia pun optimistis Tesla maupun investasi asing lainnya bakal tertarik menanamkan modalnya di Indonesia, lantaran didukung dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya.

Baca juga: Polisi Siapkan Layanan SIM Virtual, Bisa Perpanjang dan Bikin Baru

CEO Tesla, Elon Musk.Getty Images via DW Indonesia CEO Tesla, Elon Musk.

Beleid ini dinilai mendukung iklim investasi dan kemudahan berusaha di Tanah Air.

Adapun mengenai potensi kendaraan listrik berbasis baterai di dunia, ia meyakinkan akan semakin besar di global. Pada 2028-2030, disebutkan bahwa hingga 70 persen mobil di Eropa sudah harus bergeser ke sana.

"80 persen dari total bahan baku baterai mobil itu ada di Indonesia. Dengan kata lain, Indonesia ke depan akan menjadi negara penghasil baterai terbesar," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.