Belajar Mobil Transmisi Matik Perlu Didampingi Orang Ahli

Kompas.com - 23/02/2021, 16:02 WIB
Salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban. Selasa (16/2/2021). KOMPAS.COM/HAMIMSalah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban. Selasa (16/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Belasan mobil yang baru dibeli warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengalami kerusakan.

Kerusakan pada mobil ini terjadi karena beberapa pemilik mobil baru ini masih belum mahir untuk mengemudikan mobil. Oleh karena itu, banyak mobil baru ini langsung kembali ke bengkel untuk diperbaiki.

Salah satu tipe transmisi yang dipilih oleh pengemudi baru ini, yaitu otomatis atau matik. Hal ini dikarenakan kepraktisan yang ditawarkan, pengemudi tidak repot mengganti gigi untuk melaju lebih cepat.

Baca juga: MPV Murah Januari 2021 Meredup, Penjualan Avanza Anjlok Livina Nol

Satu di antara miliarder baru di Sumurgeneng, Tuban 
TribunJatim.com/ M Sudarsono Satu di antara miliarder baru di Sumurgeneng, Tuban

Namun memilih transmisi ini juga bukan perkara mudah. Untuk pemula, ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika mau mengemudikan mobil matik.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ketika berfikir mobil sebagai kebutuhan, artinya juga harus diikuti dengan pengetahuan soal operasioalnya, perawatannya, kemampuannya, merknya sampai dengan keamanannya.

"Tanpa dibarengi pengetahuan tersebut, maka siap-siap tinggal menghitung hari menghadapi kecelakaan. Bagus kalau cuma property damage, syukur tidak melibatkan nyawa orang lain," ucap Sony kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: HR-V Baru Meluncur, HPM Masih Pede dengan Model Lawas

Sony mengingatkan, baik transmisi manual atau otomatis, beli dan memiliki mobil ini harus paham keselamatan. Maka saat mobil dijalankan oleh yang belum ahli, sebaiknya dilakukan pendampingan.

"Selain dilakukan pendampingan oleh orang yang ahli, belajar di area tertutup dahulu sampai benar-benar mahir. Jangan berpikir pamer atau gengsi yang bisa berujung petaka," kata Sony.

Selain itu, jika belajar sendiri, selain bisa merusak mobilnya, dikhawatirkan ketika sudah mahir malah menjadi pengemudi yang agresif. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang keselamatan di jalan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X