Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Perbedaan Mesin Honda PCX 160 dengan PCX 150

Kompas.com - 05/02/2021, 17:57 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Honda Motor (AHM) resmi melansir All New Honda PCX. Selain PCX baru, Honda juga melansir All New Honda PCX eHEV yakni versi baru dari PCX Hybrid.

All New Honda PCX mengusung mesin ESP+ generasi terbaru dengan kapasitas 160cc. Mesinnya lebih besar dari PCX 150 edisi sebelumnya.

Jumpei Omori Large Project Leader PCX 2021, dari Monozikuri Center Motorcycle Business Hadquarter Honda Motor Co, Jepang, mengatakan, mesin baru ini lebih bertenaga.

"Power unit eSP+ yang baru dirancang menghasilkan output power yang lebih tinggi dan kinerja terhadap lingkungan yang lebih baik," katanya saat peluncuran daring, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Honda Luncurkan All New PCX 160 dan PCX e:HEV, Mulai Rp 30 Jutaan

Rincian kapasitas mesin All New PCX ialah 156,9 cc. Meningkat 7 cc atau sekitar 4,7 persen dari PCX 150 yang memiliki ruang bakar 149 cc.

Selain kapasitasnya lebih besar, All New Honda PCX menggunakan 4-katup, berbeda dengan PCX 150 yang 2 katup. Membuat campuran udara dan bahan bakar lebih baik.

Diameter piston dan langkahnya 60 x 55,5 mm. Businya diposisikan tepat di tengah piston.

Baca juga: Masinton Bakal Naik Mobil ke Magelang untuk Ikut Retreat

Ubahan itu membuat mesin mampu menghasilkan 15,5 tk pada 8.500 rpm dan torsi maksimum mencapai 14,7 Nm pada 6.500 rpm.

"Bagian crank shaft juga telah didesain baru untuk meningkatkan rigiditas. Hal ini mengurangi defleksi poros engkol yang disebabkan oleh inersia dan energi pembakaran pada rpm tinggi," katanya.

"Sehingga memberi kontribusi untuk mencapai output power yang ditargetkan dan mengurangi noise dan vibrasi," ungkap Omori.

Baca juga: Momen "Masinton" Jawab Bukan Kader PDI P Saat Ditanya soal Instruksi Megawati

Selain itu Honda juga membekali All New PCX dengan Piston Oil Jet. Fungsinya untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan rasio kompresi.

Cara kerjanya yakni menyemprotkan oli ke bagian belakang piston yang dapat membuat pendinginan lebih efisien dan meningkatkan waktu pembakaran.

Pistonnya juga sudah dilapisi dengan molybdenum dengan desain ring piston yang baru. Sehingga mampu menyapu pelumas lebih baik.

Baca juga: Sherly Tjoanda: Saya Hanyalah Ibu Rumah Tangga yang Tak Paham Birokrasi, ke Depan Akan Pontang-panting

"Piston oil jet secara efektif mendinginkan piston dan mencegah pembakaran yang tidak normal seperti knocking," kata Omori

Mesin eSP+ juga dibekali dengan hydraulic cam chain tensioner lifter yang mampu mengurangi gesekan dan suara, serta getaran mesin pada saat bersamaan. 

"Friksi dapat dikurangi, noise dan vibrasi pada tingkat tinggi dapat ditekan. Hasilnya noise yang lebih senyap secara mekanis tidak akan berubah dalam jangka waktu yang lama," kata Omori.

Baca juga: Soal Vokalis Sukatani Dipecat sebagai Guru, Ini Kata Ombudsman RI

Lalu jalur intake dari saringan udara ke pipa inlet sudah diperluas. Diameter throttle body juga diperbesar untuk meningkatkan efisiensi intake.

Sebagai tambahan, di bagian knalpot juga mengalami ubahan pada struktur di bagian dalamnya. Sehingga, tidak hanya performa meningkat, tapi juga lebih ramah lingkungan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau