Kompas.com - 05/02/2021, 16:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comNissan berencana untuk melengkapi jajaran mobil listriknya di pasar Asia Tenggara. Bahkan dalam waktu dekat, sebuah mobil listrik Nissan Leaf sudah disiapkan hadir di Indonesia.

Isao Sekiguchi, Regional Vice President Marketing and Sales Nissan ASEAN, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan mobil listrik yang mudah diakses konsumen.

Tak heran dalam beberapa waktu terakhir, Nissan mulai memperkenalkan kendaraan elektrifikasi di kawasan ASEAN serta Hong Kong.

Baca juga: Honda PCX 160 Meluncur Besok, PCX 150 Kena Diskon hingga Rp 1,1 Juta

Mobil listrik Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat. Mobil listrik Nissan Leaf di Karawang, Jawa Barat.

“Kami sangat antusias untuk memberitahu konsumen di Indonesia dan juga Filipina bahwa Leaf akan meluncur di sana dalam beberapa bulan mendatang,” ucap Sekiguchi, dalam webinar, Kamis (4/2/2021).

Seperti diketahui, Nissan Leaf merupakan mobil listrik produksi massal pertama di dunia. Di Asa Tenggara, hatchback ini sudah dipasarkan lebih dulu di Singapura, Malaysia, Thailand, serta Hong Kong.

Dua negara ASEAN lagi bakal menyusul tahun ini. Indonesia ia sebutkan terlebih dahulu, kemudian Filipina.

Baca juga: Kota Bogor Berlakukan Ganjil Genap Tiap Akhir Pekan, Sanksinya Diputar Balik

Nissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa BaratStanly Nissan Leaf dan Note e-Power di Karawang, Jawa Barat

Sebelumnya, Leaf sudah pernah dijadwalkan akan meluncur pada 2020. Namun rencana tersebut mundur hingga 2021.

Tahun lalu, Nissan hanya menghadirkan Kicks e-Power yang memiliki dapur pacu unit. Sebab mobil ini mengandalkan mesin bensin sebagai generator untuk sumber tenaga bagi baterai lithium-ion.

Baterai inilah yang menjadi tenaga bagi motor listrik yang menggerakkan roda mobil. Jadi meskipun mengusung mesin bensin, namun rasa berkendara Kicks e-Power sepenuhnya adalah mobil listrik.

Baca juga: Pilih Mana, Toyota Transmover atau Honda Mobilio Eks Taksi

Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.Kompas.com/Donny Nissan Leaf dipamerkan di IEMS 2019.

Bedanya, Kicks e-Power tidak bergantung pada pada infrastruktur pengisian daya baterai (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum/SPKLU). Melainkan cukup mengisi bensin selayaknya mobil dengan mesin konvensional.

“Kami mengerti masih adanya kecemasan pengendara terhadap mobil listrik, mengenai apakah mereka bisa sampai ke SPKLU selanjutnya. Karena itu, kami melangkah di luar mobil listrik murni (battery electric vehicle),” ujar Sekiguchi.

“Dengan e-Power, para konsumen bisa menikmati rasa berkendara mobil listrik tanpa perlu mengecasnya. Ini sempurna bagi kondisi ASEAN yang masih mengembangkan infrastruktur SPKLU,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.