Masih Bocah Sudah Bisa Nyetir Mobil, Orang Tua Jangan Malah Bangga

Kompas.com - 29/01/2021, 13:51 WIB
Ilustrasi belajar mengemudi. DVSA via The SunIlustrasi belajar mengemudi.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa menjadi pelajaran bagi setiap orang tua.

Bahwa, tidaklah seharusnya membiarkan anak yang masih di bawah umur seperti EHS (14) dibiarkan mengemudikan mobil di jalan raya.

Terlebih jika sang anak belum begitu mahir atau masih dalam tahap belajar mengendarai kendaraan roda empat.

Hanya saja, tidak sedikit orang tua yang justru merasa bangga ketika mempunyai anak yang masih di bawah umur sudah bisa mengemudikan mobil sendiri.

Baca juga: Membeli Kendaraan Bekas, Perlu Cek Status STNK?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan,
mengemudikan mobil di jalan raya tidak hanya sekadar bisa mengendalikan kendaraan saja.

Belasan mobil mewah milik pelajar terjaring razia polisi yang digelar di depan SMA 1 Semarang, di Kompleks Taman Menteri Supeno, Rabu (2/10/2013) pagi. Tribun Jateng/Adi Prianggoro Belasan mobil mewah milik pelajar terjaring razia polisi yang digelar di depan SMA 1 Semarang, di Kompleks Taman Menteri Supeno, Rabu (2/10/2013) pagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi harus benar-benar memahami setiap rambu atau pun mempunyai perilaku yang baik dalam berkendara.

“Untuk bisa mengemudi di jalan umum kan driver harus memenuhi syarat menguasai safety, skill, knowledge dan perilaku, tanggung jawabnya besar jadi jangan asal-asalan,” kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (29/1/2021).

Sony juga mengatakan, di jalan umum selain risiko bahayanya banyak juga ada orang lain yang menggunakan, sehingga yang benar-benar kompeten dalam mengemudi yang harusnya boleh mengemudi.

“Pengemudi (pemula, baru belajar, belum terampil, masih usia muda) itu tidak boleh terjun/mengemudi di jalan raya dengan alasan apapun,” ucapnya.

Baca juga: Blokir STNK Bisa dari Rumah, Begini Caranya

Kalaupun didampingi oleh orang yang lebih dewasa atau ahli, kata Sony, juga harus dipertanyakan kemampuan atau keahliannya dalam melihat situasi aman, mengantisipasi bahaya, memberikan otorisasi serta melakukan tindakan pencegahan kecelakaan.

Siswa SMA sudah bisa mengemudikan mobil meski belum cukup peryaratan memiliki SIM.Febri Ardani Siswa SMA sudah bisa mengemudikan mobil meski belum cukup peryaratan memiliki SIM.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.