Mobil Tidak Segera Dibilas Usai Hujan-hujan, Ini Akibatnya

Kompas.com - 26/01/2021, 14:21 WIB
Cuci mobil semi manual KOMPAS.com/GilangCuci mobil semi manual
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Bahkan pada titik tertentu, intensitas hujan amat tinggi mengakibatkan terciptanya genangan air.

Seiring dengan hal tersebut, biasanya mobil akan lebih cepat kotor dari keadaan normal. Apalagi bila kendaraan bermotor terkait menjadi alat angkut utama dalam keseharian.

Tetapi, tak jarang pemilik yang malas segera mencuci dan cenderung membiarkan mobil dalam keadaan basah selama beberapa hari usai menerjang hujan.

Baca juga: Masih Ada Kesempatan, Berikut Jadwal Uji Emisi Gratis Pekan Ini

Berkendara di saat hujanKompasOtomotif Berkendara di saat hujan

Menanggapi hal ini, CEO Makko Group Christopher Sebastian kembali mengingatkan untuk para pemilik kendaraan agar segera meninggalkan kebiasaan buruk di atas.

Sebab, membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya pada bodi mobil bisa mengakibatkan efek jangka panjang seperti cat eksterior yang bakal pudar alias tidak secemerlang dulu.

"Namun bukan berarti wajib langsung dicuci. Cukup dibilas saja bagian yang terkena hujan mengingat air hujan itu mengandung zat asam yang kurang bersahabat," paparnya kepada Kompas.com belum lama ini.

"Bilas pakai air biasa dan lap sampai benar-benar kering," tegas Christopher lagi.

Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini jika Motor Mogok Usai Terjang Banjir

Cuci mobil hidrolikKOMPAS.com/Gilang Cuci mobil hidrolik

Jika dibiarkan, efek jangka pendeknya kaca mobil akan cepat berjamur imbas kotoran yang menempel lewat titik-titik air. Ini semakin terasa bila mobil digunakan saat malam hari.

"Jadi ketika wiper bergerak, nampak ada bercak pada kaca. Kalau sudah terlalu banyak, tentu mengganggu jarak pandang pengemudi," katanya.

Pernyataan serupa diujarkan Business Development Manager Scuto Indonesia, Raymundus Arief beberapa waktu lalu. Akumulasi jamur kaca, bisa juga mengakibatkan kaca menjadi tergores.

Baca juga: Ini Peran Valentino Rossi di Tim Satelit MotoGP 2021

“Saat air hujan telah mengering, timbul bercak tipis yang dapat menyebabkan jamur. Hal ini terjadi karena akumulasi air hujan yang mengandung asam, serta debu dari lingkungan sekitar,” jelas dia.

Lebih jauh, cat mobil akan menjadi buram sehingga saat di siang hari nampak belang. Apalagi, jika mobil yang digunakan berwarna putih.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X