Kenali 5 Faktor Penyebab Pelek Mobil Peang

Kompas.com - 25/01/2021, 11:41 WIB
Salah satu bagian jalan tol Ungaran-Bawen di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, retak. Ruas ini merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo. Gambar diambil pada Rabu (2/4/2014). KOMPAS.com/Syahrul MunirSalah satu bagian jalan tol Ungaran-Bawen di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, retak. Ruas ini merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo. Gambar diambil pada Rabu (2/4/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pelek bisa saja mengalami kerusakan, baik itu pelek orisinal bawaan mobil atau pelek aftermarket. Apalagi, di kondisi jalanan seperti di Indonesia, yang banyak mengalami kerusakan.

Jika pelek mobil sudah mengalami kerusakan, tidak akan bisa kembali seperti semula. Meskipun diperbaiki, biasanya kekuatannya tidak akan seperti semula.

Baca juga: Tips Mencuci Pelek Mobil, Cukup Sediakan Air Bersih

Aldhy Rais, Community Manager HSR Wheel, mengatakan, pelek yang sudah diperbaiki karena ulah musuh kemungkinan besar tidak lagi imbang (balance). Kondisi ini akan ketahuan saat pelek mulai di-treatment balancing.

Pelek mobil rusak setelah meintasi tol layang Jakarta-Cikampek (Japek).Instagram @meigitri Pelek mobil rusak setelah meintasi tol layang Jakarta-Cikampek (Japek).

Menurut Aldhy, ada empat faktor yang bisa membuat pelek mobil mengalami kerusakan, mulai dari lecet, peang, retak, hingga pecah.

1. Lubang

Lubang bisa dikatakan sebagai musuh terbesar pelek mobil. Di jalanan yang biasa dilewati truk dan bus, biasanya lubang di jalan ini cukup mudah ditemui. Bahkan, lubang di jalan tol pun juga ada.

“Mau harga peleknya Rp 4 juta atau Rp 100 juta, kalau pelek sering menghantam lubang tetap akan rusak juga,” ujar Aldhy saat ditemui Kompas.com, beberapa waktu lalu.

2. Gundukan

Tak jauh berbeda dengan lubang, jika gundukan dihajar atau dilewati dengan kecepatan tinggi juga dapat merusak pelek mobil. Pada beberapa ruas sering ditemukan sisa-sisa semen dari perbaikan jalan atau jalan retak yang menyembul ke atas. Benturan keras kemungkinan terjadi saat menerjangnya.

Salah satu ruas Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, berlubang hampir di seluruh bagian dan rusak parah akibat berbulan-bulan direndam rob, Kamis (21/7). Jalan yang rusak tersebut menyulitkan para pengendara, terutama sepeda motor. Pemerintah Kota Semarang telah menetapkan rob sebagai bencana alam.KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Salah satu ruas Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, berlubang hampir di seluruh bagian dan rusak parah akibat berbulan-bulan direndam rob, Kamis (21/7). Jalan yang rusak tersebut menyulitkan para pengendara, terutama sepeda motor. Pemerintah Kota Semarang telah menetapkan rob sebagai bencana alam.

3. Pembatas Jalan atau Trotoar

Banyak pengendara yang kurang awas dengan batas maksimal sisi samping ban. Sehingga, terlalu mepet atau bahkan menyentuh trotoar saat harus parkir dengan posisi paralel.

4. Ban

Komponen ini yang paling dekat dengan pelek. Saat kondisi ban tidak terjaga, dampaknya juga akan ke pelek. Profil ban yang tak sesuai tak akan mampu melindungi pelek dari benturan. Misalnya, ban terlalu tipis saat mengganti pelek dengan ukuran lebih besar.

5. Tekanan Udara

Tekanan udara membuat ban dapat bekerja secara optimal, termasuk melindungi pelek. Ketika ban kekurangan tekanan udara, saat roda membentur lubang atau gundukan secara keras, besar kemungkinan pelek akan mengalami kerusakan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X