Sulitnya Mengubah Perilaku Sopir Bus yang Ugal-ugalan

Kompas.com - 18/01/2021, 17:24 WIB
Diduga menghindari tumpahan oli di jalan, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta terguling di tikungan Tapal Kuda, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/08/2019) ISTIMEWADiduga menghindari tumpahan oli di jalan, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta terguling di tikungan Tapal Kuda, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/08/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, terjadi kecelakaan tunggal bus yang terguling karena kehilangan kendali di Jawa Tengah. Selain itu, masih sering juga terlihat di jalan tol, bus yang saling adu kecepatan.

Perilaku sopir bus yang seperti ini masih banyak terjadi di Indonesia. Padahal sudah jelas mengemudikan bus tidak bisa disamakan dengan mobil biasa dengan ukuran yang lebih kecil.

Lalu bagaimana langkah awal untuk mengubah perilaku ini?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, mengubah mental seorang pengemudi itu tidak semudah kata-kata. Salah satu cara yang bisa mulai dilakukan adalah pengawasan di lapangan.

Baca juga: Komparasi Yamaha Gear 125 dan Kymco GP 125

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan truk di Jalan Raya Madiun-Surabaya, di Desa Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (12/2). Satu orang tewas. ISTIMEWA Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan truk di Jalan Raya Madiun-Surabaya, di Desa Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (12/2). Satu orang tewas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pengawasan di lapangan dan penindakan hukum yang tegas perlu dilakukan untuk mengubah perilaku pengemudi. Sehingga mereka patuh dan takut apabila melanggar,” ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Sony mengatakan, memang sudah ada operasi razia yang dilakukan oleh kepolisian, namun sayangnya jangka waktunya terbatas.

Selain itu diumumkan juga kapan waktu penyelenggaraannya, jadi antara petugas dan pengemudi kucing-kucingan.

Baca juga: Daftar MPV Murah Terlaris 2020, Livina Ungguli Xenia dan Ertiga

“Efeknya setelah itu? Nol besar. Para pengemudi ini sudah lebih pintar dari penegak hukum,” kata Sony.

Jadi soal penindakan ini, harus konsisten dan berkala Jika ada pelanggaran, langsung tegur dan ditindak, supaya jera. Dengan begitu, harapannya perilaku pengemudi bisa berubah dan lebih mementingkan keselamatan di jalan raya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.