Elf Terguling di Tol Cipali, Ingat Bahaya Berkendara saat Mengantuk

Kompas.com - 12/01/2021, 07:02 WIB
Proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan di tol Cipali kilometer 107.800 arah menuju Jakarta, Senin (11/1/2021). KOMPAS.COM/FARIDAProses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan di tol Cipali kilometer 107.800 arah menuju Jakarta, Senin (11/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pantangan utama bagi pengendara sepeda motor atau pengemudi mobil adalah rasa kantuk. Kondisi ini mutlak berbahaya dan hanya ada satu solusi, yakni istirahat atau tidur karena mengendarai kendaraan butuh konsentrasi penuh.

Apabila dipaksakan, maka kejadian fatal akan menimpa pengemudi atau penumpang yang ada di dalam kendaraan tersebut. Bahkan, dapat merugikan semua orang yang ada di sekitar lokasi atau jalan tersebut jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Tim Balap Ini Bikin Prototipe Motor Moto3 dari Basis MX King

Sebagai contoh, kecelakaan terjadi di Tol Cipali, Senin (11/1/2021). Dilansir dari Kompas Regional, kecelakaan bermula ketika mobil Isuzu Elf bernomor polisi B 7180 VDA melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo.

Sampai di kilometer 107.800, tepatnya Kampung Salahaur, Desa Jabong, Subang, Jawa Barat, mobil oleng ke kiri dan kemudian terguling ke parit sisi kanan jalan.

"Sopir mengantuk, lalu kendaraan oleng ke kanan lalu kendaraan terguling. Jelas ini kecelakaan tunggal," kata Kanit Laka Polres Subang Iptu Suharyadi dikutip TribunJabar.id.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat kecelakaan itu empat orang meninggal dunia, yaitu Isra Wiyana (36), Muji Riyanto (37), San Warsis (61), dan Ervina Agustin (23). Sedangkan, satu korban luka ringan adalah Warsih (58), semua korban merupakan warga Kebumen, Jawa Tengah.

Baca juga: Kecelakaan Lalin Indonesia Masih Tinggi, Tol Cipali Jadi Perhatian

Honda BR-V saat menggunakan roof box keluaran Thule di Tol Cipalikompas.com Honda BR-V saat menggunakan roof box keluaran Thule di Tol Cipali

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, mengantuk sama bahayanya dengan berkendara dalam kondisi mabuk. Oleh sebab itu, jangan pernah memaksakan, lebih baik berhenti sebentar untuk menghilangkan rasa kantuk tersebut.

“Sebab, otak terlambat memberikan tanggapan akan tangkapan indera kita. Ketika dalam kondisi berkendara, tidak fokus selama beberapa detik saja bisa berakibat fatal,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Tanggapan PO Bus AKAP Soal PSBB Jawa-Bali

Menurut Jusri, kejadian yang dapat dialami para pengemudi di jalan adalah gejala microsleep. Ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalan jauh menggunakan kendaraan.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

“Microsleep itu keaadaan badan tertidur hanya sesaat. Mungkin sekitar 1 sampai 30 detik. Bisa juga saat mata terbuka, saat tengah berkendara. Ini tentu berbahaya,” katanya.

Jusri menambakan, kalau memang pengemudi dari awal merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya gunakan transportasi lain atau segera berhenti di tempat aman.

“Bisa juga dengan melakukan aktivitas lain yang sifatnya menghilangkan kantuk. Seperti mendengarkan musik, mengajak penumpang yang ada di sebelah untuk mengobrol, ataupun stimulasi otak dengan membaca apa yang terlihat,” katanya.

Apabila sudah tidak kuat, Jusri menegaskan, lebih baik pengemudi cari tempat yang benar-benar aman dan tidur, kemudian setelah segar diperbolehkan melanjutkan perjalanan lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.