Tanggapan PO Bus AKAP Soal PSBB Jawa-Bali

Kompas.com - 11/01/2021, 18:21 WIB
Bus AKAP PO Gunung Harta Gunung HartaBus AKAP PO Gunung Harta

JAKARTA, KOMPAS.com – Mulai 11 sampai 25 Januari 2021, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat Jawa - Bali dilaksanakan. Tujuan dari adanya PSBB Ketat Jawa – Bali adalah tentunya untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali.

Pada PSBB kali ini, salah satu sektor yang kembali dibatasi adalah transportasi menuju Pulau Bali.

Merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Juklak transportasi darat, para pelaku perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun transportasi darat umum yang ingin ke Pulau Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau non-raktif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: Hari Ini Jakarta Kembali Terapkan PSBB, Bagaimana dengan Aturan Ganjil Genap?

Bus AKAP PO Rosalia IndahInstagram/hisyam_2542 Bus AKAP PO Rosalia Indah

Dengan begitu, salah satu yang terdampak dengan adanya persyaratan ini adalah Pengusaha Otobus (PO). Ketua Umum Ikatana Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, kalau demi mengurangi penyebaran virus Covid-19, tentu operator bus akan mengikuti.

“Kalau untuk menekan penyebaran Covid-19, kami harus sepakat, namun pemerintah juga harus mengakomodir kebijakan wajib tes ini,” ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Senin (11/1/2021).

Sani menyarankan agar pemerintah mengakomodir swab antigen tersebut bisa dilakukan di penyeberangan secara gratis. Selain di penyeberangan, fasilitas ini juga sebaiknya ada di terminal.

Baca juga: Selama PSBB Jawa-Bali, Bus AKAP Dilarang Bawa Penumpang Penuh

“Swab antigen gratis disiapkan untuk mesyarakat yang bepergian dan pengecekan di lapangan terhadap kendaraan pribadi dikencangkan,” kata Sani.

Sebelumnya, persyaratan bepergian naik bus juga sudah wajib menyertakan surat keterangan non-reaktif rapid test antigen. Bagi penumpang yang tidak membawa surat tersebut, tidak diperbolehkan untuk naik bus.

“Dampaknya waktu itu penumpang drop. Sedangkan yang terjadi adalah orang jadi menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X