Ambulans Memang Prioritas, Tapi Bukan Sembarangan Pakai Jalan

Kompas.com - 08/01/2021, 10:22 WIB
Tangkapan layar video yang menampilkan mobil ambulans yang melaju dengan melawan arus hingga menabrak sepeda motor yang dikendarai anggota polisi. FACEBOOKTangkapan layar video yang menampilkan mobil ambulans yang melaju dengan melawan arus hingga menabrak sepeda motor yang dikendarai anggota polisi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134, Ambulans yang membawa orang sakit berada di peringkat kedua sebagai kendaraan prioritas di jalan.

Sedangkan, iring-iringan pengantar jenazah ada di peringkat keenam kendaraan yang masuk golongan prioritas di jalan. Namun, belum lama ini ada video yang diunggah akun Instagram Dashcam Indonesia yang memperlihatkan iring-iringan kendaraan dan ambulans.

Pada video tersebut, iring-iringan yang terdiri dari tiga kendaraan ini menyalip dengan agresif, memakai lajur berlawanan arah. Bahkan diakhir video berdurasi 28 detik itu, ada satu pengendara motor yang terjatuh di pinggir jalan.

Baca juga: Para Pemilik Mobil Listrik Sudah Malas Beli Bensin Lagi

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ambulans memang harus mendapatkan prioritas di jalan, tapi bukan sembarangann pakai jalan. Tetap wajib ada koridor keselamatan untuk pasien dan pengguna jalan lain yang perlu diperhatikan.

“Apa gunanya dia buru-buru membawa pasien selamat sampai tujuan tapi kalau sampai mencelakai pihak lain? Di sini penting pendidikan safety terhadap pengemudinya,” ucap Sony kepada Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Pengemudi ambulans harus mampu cepat, tapi bukan mengebut dan dengan tata krama. Sony mengatakan, manfaatkan sirine dan kasih kesempatan orang lain untuk sadar akan kehadiran ambulans dan memberi jalan.

Baca juga: Tak Kelihatan, Suzuki Ecstar Komentari Desain Nomor Baru Pol Espargaro

“Mengemudikan ambulans itu memang harus cepat tapi terukur, artinya tidak melakukan manuver rem, gas, zig-zag dengan kasar. Melaju tetap di lajurnya di sisi kanan dan nyalakan sirine,” kata Sony.

Jika hanya ada satu lajur, mengemudi mepet ke garis tengah tapi tidak memakan lajur lawan arah. Sedangkan kalau ada dua lajur, pakai yang sisi kanan atau lajur cepat, sehingga pengguna jalan lain memberi jalan ke kiri.

“Apabila ada kendaraan di depannya, jangan tambah didistraksi dengan klakson atau apapun. Tunggu saja mereka minggir, masyarakat sudah pada paham kok untuk kasih jalan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.