Kabar Viral Kemasan Suku Cadang Mobil di China Terpapar Virus Covid-19

Kompas.com - 05/01/2021, 14:33 WIB
Foto menunjukkan seorang pekerja sedang mengisi bahan bakar sebuah mobil dengan gas batu bara (coal seam gas) di stasiun pengisian bahan bakar di kota Jincheng, provinsi Shanxi, China utara, pada 9 Desember 2020. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina dan semua tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Barang-barang tersebut juga telah disegel. XINHUA/CAO YANGFoto menunjukkan seorang pekerja sedang mengisi bahan bakar sebuah mobil dengan gas batu bara (coal seam gas) di stasiun pengisian bahan bakar di kota Jincheng, provinsi Shanxi, China utara, pada 9 Desember 2020. Para personel yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina dan semua tes mereka dinyatakan negatif Covid-19. Barang-barang tersebut juga telah disegel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa sampel kemasan suku cadang mobil di wilayah China dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Temuan tersebut diketahui setelah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan suku cadang mengonfirmasi satu kasus Covid-19.

Dilansir dari Xinhua, Senin (5/1/2021), tepatnya di Hohhot, ibu kota Daerah Otonom Mongolia Dalam, China Utara, dinyatakan sebanyak lima sampel kemasan suku cadang otomotif di toko 4S terpapar virus Covid-19.

Baca juga: Begini Cara Mengaktifkan Kembali Masa Berlaku STNK yang Mati

Penyataan yang dikeluarkan oleh kantor pusat pada Minggu (3/1/2021) menyebutkan, tiga paket suku cadang otomotif dari perusahaan yang dilaporkan mengonfirmasi satu kasus Covid-19, didistribusikan ke tiga toko 4S di Hohhot.

Salah satu toko tersebut kemudian ditemukan memiliki sampel kemasan suku cadang otomotif yang dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.

Akhirnya ketiga toko tersebut telah ditutup dan suku cadang terkait telah disegel. Beberapa orang yang melakukan kontak langsung dengan barang-barang itu telah dikarantina, dan hasil tes mereka sejauh ini negatif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Lantas, benarkah virus Covid-19 bisa hidup dan menempel di permukaan benda hingga menularkan kepada manusia?

Peneliti Madya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoenesia (LIPI) Dr Marissa Angelina, M Farm, Apt mengatakan belum bisa menjawab secara gamblang terkait hal tersebut.

Sebab, mengenai virus Covid-19 yang bisa hidup dan menempel pada permukaan benda, hingga kini masih menjadi perdebatan di antara sesama peneliti berdasarkan asumsinya masing-masing.

Baca juga: Cerita Wagub Jabar Pakai Kijang Doyok, Kerap Diusir Saat Parkir VIP

“Beberapa hasil riset (jurnal) sudah ada yang melaporkan terkait hal tersebut. Namun, ada juga yang membantah dengan alasan teori dasar, jika virus Covid-19 butuh sel atau jaringan untuk tetap hidup. Jadi, virus tersebut tidak dapat hidup tanpa sel hidup,” ujar Marissa saat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/1/2021).

Sementara itu, Dokter Rumah Sakit RSCM Febrina Sugianto mengatakan, pada permukaan plastik dan metal virus Covid-19 bisa bertahan sekitar 24 jam.

Komponen baru airbag Takata di Toyota yang merupakan suku cadang pengganti di tengah bermunculannya kasus lontaran serpihan logam saat perangkat tersebut mengembang.Dimas Wahyu Komponen baru airbag Takata di Toyota yang merupakan suku cadang pengganti di tengah bermunculannya kasus lontaran serpihan logam saat perangkat tersebut mengembang.

“Setelah rentang waktu tersebut virusnya akan mati, dan tidak memiliki kemampuan menginfeksi lagi,” ujar Febrina saat dihubungi Kompas.com.

Febrina menyarankan, sebaiknya masyarakat lebih teliti dan memperhatikan kebersihan, terutama saat menerima barang atau sesuatu dari luar. Sebab, kita tidak pernah tahu dari mana virus tersebut menempel.

“Agar tidak terpapar virus tersebut, masyarakat sebaiknya melakukan pencegahan dengan menyemprotkan cairan disinfektan yang mengandung alkohol minimal 70 persen dan klorin 0,5 persen sebelum membuka kemasan tersebut,” kata Febrina.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.