842.000 Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Saat Libur Natal

Kompas.com - 23/12/2020, 15:42 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski adanya sejumlah protokol kesehatan, namun PT Jasa Marga (Persero) Tbk, memprediksi jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetebak saat libur Natal pada 23-27 Desember 2020, akan mencapai ratusan ribu.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Pratomo Bimawan Putra menjelaskan, puncak arus lalu lintas keluar Jabodetabek pada libur panjang Natal akan terjadi pada 24 Desember 2020.

Sementera untuk arus baliknya akan terjadi pada Minggu atau 27 Desember 2020. Menariknya, jumlah volume kendaran saat arus libur Natal di tengah pandemi juga meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Baca juga: Resmi, Liburan Naik Mobil Pribadi Tak Wajib Tes Antigen

"Diprediksi jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabotabek saat libur Natal mencapai 842.000 kendaraan, naik 15,4 persen dari arus lalu lintas normal pada November 2020, atau naik 0,8 persen dari tahun 2019," ujar Bima dalam keterangan resminya, Rabu (23/12/2020).

"Pada puncak arus lalu lintas keluar Jakarta, 24 Desember 2020, diprediksi sebanyak 206 ribu kendaraan akan melintasi 4 Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan) serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur)," kata dia.

Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.

Sementara itu, jumlah kendaraan kembali menuju Jabotabek setelah libur Natal mencapai 823.000 kendaraan. Jumlah tersbeut naik 17,9 persen apabila dibandingkan lalu lintas normal atau naik 10,5 persen dari tahun 2019.

Pada puncak arus lalu lintas kembali ke Jakarta, 27 Desember 2020, diprediksi sebanyak 196.000 kendaraan akan melintasi 4 GT utama. Untuk mengatasi adanya kepadatan lalu lintas, Jasa Marga telah menyiapkan langkah antisipasi.

Baca juga: Keluar Masuk Jakarta dari Bodetabek Wajib Rapid Test Antigen?

Salah satunya berupa antisipasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Utama, diantaranya peningkatan layanan transaksi dengan menyiapkan mobile reader untuk menambah kapasitas di Gerbang Tol Utama.

"Khususnya yang diproyeksi mengalami peningkatan volume transaksi, seperti GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, GT Cileunyi, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Waru Gunung dan GT lainnya, serta memastikan keberfungsian peralatan tol dan kelengkapan operasional di setiap Gerbang Tol," kata Bima.

Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

Langkah antisipasi berikutnya adalah masalah kepadatan Lalu Lintas di sepanjang ruas Jalan Tol. Hal ini meliputi penyiagaan sarana prasarana dan penempatan personel untuk rekayasa lalin pada titik-titik rawan kepadatan, menurunkan Satgas Jasa Marga Siaga, penyediaan Pos Pantau, juga berkoordinasi dengan Kepolisian (Korlantas) dan Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X