Beli Motor Bekas di Akhir Tahun, Awas Ketipu Akal-akalan Pedagang

Kompas.com - 23/12/2020, 14:22 WIB
Ilustrasi lelang motor bekas GridOto.comIlustrasi lelang motor bekas
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mobil, pasar sepeda motor bekas juga masih cukup diminat pada masa pandemi Covid-19 sebagi moda transportasi alternatif guna menghindari kendaraan umum.

Apalagi menjelang akhir tahun, dimana biasanya masih ada sebagian pekerja yang mendapatkan bonus tambahan dan memanfatkannya untuk membeli motor seken.

Walau banyak pilihan, namun jangan cepat tergoda dengan harga yang bersahabat. Pasalnya hingga saat ini masih banyak akal-akalan yang dilakukan pedagang untuk membuat kondisi motor nampak sehat atau prima.

Salah satu modus yang paling sering dilakukan mengakali suara mesin agar nampak senyap dan halus. Caranya dengan mengakali mengguna oli.

Baca juga: Waspada, Modus Baru Jual Beli Motor Bekas Hasil Curian

"Itu akal-akalan paling umum bikin suara mesin terdengar halus, jadi ada yang sengaja menggunakan oli lebih kental dari seharusnya, menambahkan volumennya, bahkan sampai ada yang dengan sengaja memasukan benda agar menutupi suara kasar pada mesin," ujar Kepala Bengkel Honda Astra Motor Center Jakarta Rendra Kusumah, kepada Kompas.com, pekan lalu.

Ganti Oli MotorFoto: Rideapart Ganti Oli Motor

Menurut Rendra, untuk mengetahui hal tersebut memang tidak mudah, calon pembeli setidaknya harus lebih teleti dalam melakukan pengecekan. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Paling gampang dengan melihat kondisi oli, caranya menggunakan dipstick yang disediakan. Cukup lepaskan dipstrik, kemudian dibersihkan lalu pasang lagi, dan keluarkan kembali.

Menurut Rendra, dari dipstik tersebut konsumen bisa memperhatikan volume olinya, bila terlalu banyak dari yang diharuskan, makan hal tersebut sudah bisa dicurigai.

Baca juga: Bisakah Saling Tukar Oli Motor Matik dan Motor Manual?

Ilustrasi motor sport 250 cc di diler motor bekasGridOto.com Ilustrasi motor sport 250 cc di diler motor bekas

"Pada dipstik itu ada takarannya. Jika dipstick diangkat, maka oli bakal meninggalkan bekas di ujung dipstick dari situ bisa menentukan apakan jumlah pelumas di bagian mesin berkurang, atau sebaliknya," ujar Rendra.

"Calon pembeli juga bisa melihat kualitas pelumas dari warnanya, bila memang sudah hitam kental dan keruh, lebih baik jangan memaksa untuk membeli. Apalagi bila warnanya sudah berubah dan tercium bau gosong, artinya memang usia oli sudah dipakai cukup lama," kata dia.

Cek oli motorOtomotifzone.com Cek oli motor

Rendra menyarankan pembeli untuk membawa rekanan mekanik atau sahabat yang mengerti soal teknsi. Hal tersebut berguna agar tak mudah tertipu dengan motor bekas yang akal-akalan.

Sementara cara paling mudah agar tak cepat tertipu dengan melihat track record perawatan motor yang ingin dibeli dari buku servisnya.

Baca juga: Jangan Pernah COD Motor Bekas di Pinggir Jalan

Motor skutik besar di pasar motor bekasKompas.com/Setyo Adi Motor skutik besar di pasar motor bekas

"Kalau masih ada buku servis itu sangat membantu, bisa dilihat kapan terakhir servis serta rutin atau tidaknya," ujar Rendra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X